Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 5% Hingga 5,5% Tahun Depan, Ini Rencana Bisnis BNI
Salah satu kantor cabang BNI di luar negeri/Dok.BNI
Dukungan pada Pemulihan Ekonomi Nasional
Royke mengatakan BNI terus mendukung upaya pemerintah serta regulator dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya adalah melalui penurunan suku bunga kredit untuk meningkatkan pertumbuhan kredit.
“[Terkait] penurunan suku bunga tersebut, BNI senantiasa sesuai dengan apa yang menjadi diskusi kita dengan regulator tentunya. Namun, sebagai perusahaan publik, kami juga memiliki target kinerja. Kami perlu juga menyusun strategi yang tepat agar penurunan suku bunga kredit tidak menganggu kinerja yang telah dicanangkan,” ujarnya.
Saat ini, menurut Royke suku bunga kredit di Indonesia sudah relatif sangat rendah dan telah berhasil mendorong pertumbuhan kredit kembali positif. Per Agustus lalu, ungkapnya, pertumbuhan kredit secara nasional tumbuh 1,1% yoy. Suku bunga kredit juga terus turun sejalan dengan upaya regulator baik Bank Indonesia maupun OJK.
“Suku bunga kredit produktif/modal kerja dan investasi sekarang sudah single digit, relatif sudah mendekati 8%. Jika pemulihan ekonomi terus berlanjut BNI sendiri memproyeksikan pertumbuhan kredit relatif bisa tinggi mendekati dua digit di tahun depan,” ujarnya.
Namun, hal yang perlu diwaspadai tahun depan adalah potensi kenaikan suku bunga The Fed yang diprediksi akan naik pada pertengahan tahun. Bila itu terjadi, maka kemungkinan Bank Indonesia juga turut menaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang saat ini berada di level 3,5%.
“Kenaikan suku bunga BI akan turut berdampak kepada cost of fund dan dana pihak ketiga perbankan,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya untuk mendukung pertumbuhan kredit dengan suku bunga rendah, kebijakan relaksasi yang diberikan BI selama ini terkait degan Giro Wajib Minimum (GWM) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) diharapakn dapat diperpanjang agar bisa menekan cost of fund perbankan.
“Selain itu perlu adanya regulasi untuk menjaga level kompetisi yang sehat dimana mulai marak tren bank memberikan penawaran produk tabungan dengan tingkat suku bunga yang relatif tinggi sekarang ini,” ujarnya.
Dukungan pemerintah dalam penyaluran kredit ini juga diperlukan. Antara lain, melalui program KUR untuk UKM dan program penjaminan pemerintah untuk sektor infrastruktur dan sektor prioritas lainnya.
Halaman Berikutnya