Aspelusi Sambut Positif Respons Pemda Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan EV

0
32
Reporter: Rommy Yudhistira

Asosiasi Pemilik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Swasta Indonesia (Aspelusi), merespons positif dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik (EV). Dukungan itu dinilai sebagai sinyal untuk mempercepat pertumbuhan investasi pengisian daya kendaraan listrik (SPKLU) sektor swasta di Indonesia.

Ketua Umum Aspelusi sekaligus Managing Director Pengembangan Utomo Charge+ Anthony Utomo mengatakan, pemerintah daerah berupaya mendorong meningkatkan adopsi kendaraan listrik. Juga menciptakan kepastian pasar bagi para pelaku usaha, yang ingin berinvestasi pada infrastruktur pendukung kendaraan listrik nasional.

“Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat,” kata Anthony dalam keterangan resminya pada Rabu (6/5).

Kemudian, kata Anthony, investasi SPKLU tidak hanya menghadapi tantangan dari sisi teknologi dan investasi. Kepastian utilisasi dan pertumbuhan populasi kendaraan listrik, pun menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Karena itu, kata Anthony, pihaknya menyambut baik adanya kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik, dan relaksasi aturan ganjil genap. Kebijakan itu dinilai dapat meningkatkan kepemilikan kendaraan listrik secara siginifikan, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi.

Baca Juga :   5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan untuk Berkendara Mobil di Tol

“Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. Swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional,” tambah Anthony.

Dari sisi bisnis, kata Anthony, keterlibatan swasta sangat penting untuk memenuhi kebutuhan investasi infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, PLN, operator charging, pemilik lahan, pusat perbelanjaan, kawasan komersial, dan pelaku logistik akan menjadi kunci percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Masih kata Anthony, tren elektrifikasi tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi, namun mulai bergerak ke sektor komersial dan logistik, termasuk ride-hailing, kendaraan operasional perusahaan, hingga truk listrik.

Aspelusi, kata Anthony, berharap dukungan pemerintah daerah dapat diperluas dengan memberikan kemudahan perizinan lokasi SPKLU, integrasi dengan kawasan publik dan transit, hingga pemberian insentif terhadap penggunaan energi bersih.

Sebagai asosiasi yang menaungi pelaku industri SPKLU swasta, ujar Anthony, Aspelusi berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan elektrifikasi transportasi nasional.

Baca Juga :   Jika RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Ini 3 Dampak Positifnya

“Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence yang tinggi,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics