Astra Agro Lestari Targetkan Penurunan Emisi GRK hingga 30% di 2030

0
101
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Astra Agro Lestari Tbk telah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,14% hingga 2025. Astra Agro menargetkan penurunan emisi GRK hingga 30% pada 2030.

Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo mengatakan, untuk mencapai target itu perusahaan menjalankan berbagai inisiatif seperti membangun fasilitas methane capture, memanfaatkan biodiesel pada alat transportasi, menggunakan pupuk hayati, mengganti batu bara dengan biomassa, dan menghemat solar pompa.

Selain itu, kata Tingning, Astra Agro pun terus berupaya mengurangi emisi karbon melalui efisiensi energi di pabrik kelapa sawit, optimalisasi methane capture, dan meningkatkan energi terbarukan di wilayah operasional.

“Kami percaya bahwa praktik agribisnis yang bertanggung jawab tidak hanya penting bagi keberlanjutan perusahaan, tetapi juga bagi masa depan bumi yang lebih hijau,” kata Tingning dalam keterangan resminya pada Rabu (12/11).

Selain fokus pada aspek lingkungan, kata Tingning, Astra Agro secara konsisten memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan. Seluruh kebijakan itu bertujuan menjaga keseimbangan antara produktivitas usaha, dan kelestarian ekosistem.

Perusahaan, kata Tingning, aktif melindungi kawasan high conservation value, memantau area sensitif keanekaragaman hayati, memastikan seluruh aktivitas operasional tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :   PP Selesaikan 65,8% Pembangunan Jalan di West Residence KIPP IKN, Kaltim, Lampaui Target yang Ditentukan

Dalam bidang sosial, lanjut Tingning, Astra Agro menilai penting pemberdayaan perempuan, dan kesetaraan gender di lingkungan kerja. Karena itu, Astra Agro memberikan ruang yang setara bagi perempuan untuk berkarier, dan berperan strategis dalam pengambilan keputusan.

“Kami percaya bahwa keberagaman dan kesetaraan gender membawa perspektif baru dalam inovasi dan pengambilan keputusan. Di Astra Agro, kami ingin setiap individu tanpa memandang gender memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, memimpin, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Tingning.

Penerapan praktik agribisnis berkelanjutan yang dijalankan Astra Agro pun berbuah pengakuan. Astra Agro berhasil meraih Women in SDGs Action Award 2025 untuk kategori SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat inisiatif pengurangan emisi dan efisiensi energi di seluruh lini bisnis,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics