Soal Keterlambatan Gaji Petugas MBG, BGN Pastikan Hanya Masalah Teknis Administrasi
Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S Deyang memberikan sambutan dalam acara kunjungan ke pusat rehabilitasi orang utan samboja lestari di Kutai kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis, (24/07/2025)/Dok. Pertamina
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keterlambatan pembayaran gaji petugas makan bergizi gratis (MBG) bukan karena ketiadaan anggaran, tapi hanya persoalan teknis administratif. Untuk saat ini, BGN masih terus berupaya menyelesaikan masalah itu secara intensif.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, volume data dan proses administratif petugas menjadi salah satu faktor teknis yang memerlukan penyesuaian, dan sinkronisasi ulang. Jumlah petugas yang terlibat ada sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), serta petugas akuntan, dan ahli gizi. SPPI merupakan program pemerintah untuk merekrut sarjana dari berbagai jurusan, dan ditempatkan di BGN.
Untuk saat ini, kata Nanik, pihaknya sedang menyesuaikan khususnya untuk SPPI batch III yang belum berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta sebagian petugas akuntan, dan ahli gizi. Sedangkan untuk SPPI batch I dan II yang sudah berstatus PPPK, pembayaran gaji tidak mengalami hambatan.
“Ini murni masalah teknis administratif. Jumlah petugas yang harus kami verifikasi sangat besar dan beberapa di antaranya membutuhkan penyesuaian status administrasi. Kami memastikan proses ini segera tuntas,” kata Nanik di Jakarta pada Selasa (11/11).
BGN, kata Nanik, memastikan seluruh petugas akan menerima haknya secara penuh. Pembayaran gaji yang belum dibayarkan, adan dirapel, dan diprioritaskan pada minggu ini.
“Kami sudah mengarahkan seluruh pejabat pembuat komitmen (PPK) yang terlibat agar bekerja lebih proaktif dan memastikan tidak ada keterlambatan terulang. Seluruh gaji petugas sedang diproses dan akan dirapel sesuai haknya,” ujar Nanik.
Sebagai bentuk transparansi dan respons cepat, kata Nanik, BGN telah menggelar pertemuan teknis untuk menyelesaikan dan mempercepat pembayaran. Selain itu, Nanik pun mengapresiasi kepada petugas lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak program MBG.
“Kami sangat menghargai kerja keras para petugas. Mereka adalah elemen kunci keberhasilan program, dan kami bertanggung jawab memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” tuturnya.