Kementerian PU Kejar Penyelesaian 7 Blok Huntara di Aceh Tamiang Kelar Minggu Ini

0
42

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan progres fisik pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh telah mencapai sekitar 75%. Sebanyak 7 blok huntara diharapkan selesai terbangun pada Sabtu, 10 Januari 2026.

“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih dan sanitasi,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangannya.

Pembangunan huntara yang berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang, terdiri atas 7 blok bangunan modular yang masing-masing dapat menampung 12 KK atau 48 jiwa. Secara keseluruhan, kawasan huntara ini dirancang untuk menampung sekitar 84 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 336 jiwa.

Dari total 7 blok utama yang dibangun, saat ini satu blok yang posisinya berada di bagian depan dan berbatasan langsung dengan jalan, masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material guna mendukung penyelesaian sisa pekerjaan.

Baca Juga :   PT PP: Pembangunan Bali International Hospital Sudah Capai 98,77%

Untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan para penghuni selama masa tinggal sementara, kawasan huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi toilet komunal, jaringan air bersih dan sanitasi, serta instalasi listrik dan pencahayaan yang memadai untuk menunjang aktivitas harian warga.

Dari sisi teknis konstruksi, Kementerian PU menerapkan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics