BTN dan Artajasa Kerja Sama untuk Pembayaran Elektronis Perkuat Infrastruktur Digital
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) untuk memperkuat infrastruktur digital. Dengan kolaborasi itu, BTN berupaya meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas layanan keuangan digitalnya.
Direktur Utama Artajasa Haryati Lawidjaja mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan transaksi keuangan digital yang cepat, efisien, mampu bertahan, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Pada akhirnya, teknologi bukan sekadar menghubungkan sistem, melainkan membangun kepercayaan, memperluas akses layanan keuangan, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan bagi industri dan masyarakat Indonesia,” kata Haryawati dalam keterangan resminya pada Jumat (10/7).
Sementara itu, SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menambahkan, kerja sama tersebut sejalan dengan transformasi bisnis perusahaan. Selama ini, BTN dikenal sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, tetapi kini bergerak menjadi pengelola ekosistem hunian yang lebih komprehensif.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujar Thomas.
Tidak hanya fokus pada penjualan rumah, Thomas mengatakan, BTN ingin hadir dalam memenuhi kebutuhan individu maupun keluarga yang menempati rumah. Mulai dari transaksi keuangan, dan layanan gaya hidup hingga berbagai kebutuhan finansial lainnya.
Berbagai upaya itu, kata Thomas, menunjukkan hasil yang positif. Hal itu tercermin dari volume transaksi QRIS BTN yang mencapai 118,09 juta transaksi, atau tumbu 16% secara tahunan (yoy). Selain itu, nilai transaksinya juga melonjak 170% menjadi Rp 9,52 triliun.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” ujar Thomas.
Melalui perjanjian kerja sama tersebut, kata Thomas, kedua perusahaan akan mengembangakan sejumlah layanan seperti pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan billing provider, penguatan platform transaksi agen Laku Pandai BTN. Kemudian, pengembangan layanan QR cross border melalui skema bank appointed cross currency dealer (ACCD), dan layanan cardless cash withdrawal.
“Melalui kolaborasi ini, BTN dan Artajasa diharapkan dapat bersama-sama menghadirkan layanan pembayaran yang semakin andal, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” tutur Thomas.