BUMM MoU dengan DMMX untuk Perkuat Digitalisasi Usaha Muhammadiyah
Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) bekerja sama dengan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX). Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh 2 entitas di bawah naungan Muhammadiyah yakni PT Surya Ahda Digital (Sadigi) dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, dengan DMMX.
Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mukhaer Pakkanna mengatakan, kolaborasi Dadigi dan DMMX akan fokus pada digitalisasi unit-unit amal usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk sekolah, rumah sakit, dan sektor ekonomi lainnya. Dalam tahap awal, kedua pihak sepakat membentuk perusahaan patungan untuk memperkuat pengembangan teknologi, dan memberikan solusi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Pembentukan perusahaan patungan antara Muhammadiyah dan DMMX juga akan menjadi langkah strategis dalam memastikan kesinambungan inovasi, kemandirian teknologi, serta percepatan implementasi solusi digital di lingkungan amal usaha Muhammadiyah secara terstruktur dan berkelanjutan,” kata Mukhaer dalam keterangan resminya pada Kamis (26/6).
Sementara itu, Direktur Utama Sadigi Setiawan Budi Darsono mengatakan, kerja sama itu menjadi titik awal bagi perusahaan untuk membangun kekuatan digital Muhammadiyah. Dengan menggandeng DMMX, Sadigi optimistis mampu mempercepat digitalisasi, dan menjaga nilai-nilai sosial yang menjadi dasar gerakan Muhammadiyah.
“Dan memiliki potensi bisnis dan mempercepat pertumbuhan bagi amal usaha di Muhammadiyah,” ujar Setiawan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur DMMX Supardi Tan menambahkan, sinergi antara Muhammadiyah dan DMMX dinilai akan memberikan nilai tambah bagi kedua  pihak. Supardi menambahkan, kolaborasi pengembangan bisnis berbasis AI ini akan menjadi pilar penting dari perjalanan bersama antara Muhammadiyah, dan DMMX.
“DMMX memandang kerja sama ini sebagai kemitraan strategis jangka panjang. DMMX berkomitmen untuk mendampingi Muhammadiyah dalam perjalanan transformasi digital secara berkelanjutan, melalui solusi yang adaptif dan mendukung pertumbuhan ekosistem amal usaha di masa depan,” kata Supardi.