Kegiatan CSR Perusahaan Indonesia Diapresiasi di Forum UN Climate Change
Research Director Iconomics Alex Mulya,Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RM Karliansyah dan Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro/The Iconomics
Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Karliansyah, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan dari 430 perusahaan yang dievaluasi CSR-nya oleh KLHK pada tahun 2018, sebayak 8.474 kegiatan yang menjawab tujuan SDGs.
“Kalau dihutung dalam bentuk uang setara Rp 38, 9 triliun. Tahun 2019 sumbangsih dunia usaha mencapai Rp 50,30 triliun naik 30,1% dibanding 2018,” ujar Karliansyah saat memberikan kata sambutan pada acara Iconomics CSR Brand Equity Award 2020 di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta, Kamis (27/2).
Karliansyah mengatakan pencapaian perushaan-perushaan di Indonesia ini pun sudah disampaikan oleh pemerintah di forum UN Climate Change Conference di Polandia tahun 2018 dan di Spanyol tahun 2019.
“Dan perusahaan-perusahaan yang punya inovasi sosial yang jitu ini kami beri kesemaptan [tampil]. Apa yang terjadi apresiasi dunia luar biasa. Dia bilang di Indonesia ternyata [sudah terjadi] kolaborasi antara pemerintah, swasta dan masyarkat untuk menjawab masalah global yang dilakukan secara lokal,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Karliansyah juga menyampaikan kegiatan CSR tidak semata-mata bertujuan altruistik untuk pemangku kepentingan, tetapi juga memiliki tujuan strategis bagi perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Kegiatan CSR juga memiliki tujuan etis untuk mengindari pelanggaran terhadap norma-normal sosial.
“Dari sisi altrusitik, CSR itu seolah-olah hanya kegiatan menghambur-hamburkan uang kepada penerima manfaat yang semestinya adalah untuk keuntungan perusahaan.Tetapi kalau dari segi strategik CSR dapat dikatakan ini membawa keuntungan bagi masyarkat dan bagi perusahaan itu sendiri,” ujarnya.
Ia mengatakan bila CSR itu benar-benar tepat sasaran, masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan justru akan menjadi pelidung bagi keberlangsungan perushaan. “Ada beberapa contoh kasus orang ribut justru masyarakat sekitar yang membela perusahaan karena mereka merasakan manfaatnya,” ujarnya.