Linknet Enterprise MoU dengan Nexusguard soal Perlindungan dari Ancaman Siber yang Kompleks
Linknet Enterprise, unit bisnis dari PT Link Net Tbk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Nexusguard untuk menghadirkan solusi mitigasi serangan distributed denial of service (DDoS), dengan perlindungan standar global. Ini sebagai respons ancaman siber yang dinilai semakin kompleks, sekaligus menjadi pilar utama dalam percepatan ekosistem digital nasional yang aman, dan berkelanjutan.
Sebagai unit bisnis, kata Chief Enterprise Business Officer Linknet Ronald Chandra Lesmana, Linknet Enterprise memanfaatkan rekam jejak operasional, dan portofolio grup. Dengan mengelola jaringan backbone secara mandiri, Linknet Enterprise menjamin kendali penuh secara end-to-end atas performa, keandalan, dan keamanan.
“Kemitraan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas kapabilitas managed security services kami. Melalui integrasi teknologi Nexusguard ke dalam backbone Linknet, kami menghadirkan jaminan keamanan serta kepastian operasional bagi pelanggan korporasi,” kata Ronald dalam keterangan resminya pada Rabu (18/3).
Seiring dengan percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri, kata Ronald, Linknet Enterprise menempatkan keamanan siber sebagai pilar utama dalam pengembangan infrastruktur. Setelah melalui proses evaluasi komprehensif, Linknet Enterprise memilih Nexusguard sebagai mitra strategis perusahaan.
Nexusguard diketahui berpengalaman hampir 2 dekade dalam melindungi jaringan, aplikasi, situs, dan infrastruktur domain name system (DNS) di berbagai industri global.
“Kami meyakini bahwa keamanan merupakan fondasi utama dari kepercayaan digital. Linknet Enterprise akan terus berkomitmen menghadirkan solusi konektivitas dan keamanan terintegrasi yang andal serta relevan dengan dinamika industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang semakin tangguh,” kata Ronald.
Sementara itu, CEO Nexusguard Andy Ng mengatakan, infrastruktur cloud-based scrubbing milik Nexusguard akan terintegrasi langsung dengan jaringan inti Linknet. Hal itu memungkinkan penerapan mekanisme deteksi, dan mitigasi otomatis yang didukung dengan pemantapan 24 jam dalam 7 hari dari tim ahli managed security service provider Linknet.
Andy menambahkan, adapun solusi yang diberikan antara lain clean pipe untuk lini HDIPA dan IP transit, traffic shield, dan application & DNS protection. Salah satu keunggulan dari implementasi solusi itu antara lain latency yang rendah, serta didukung keberadaan local scrubbing center di Jakarta yang terintegrasi dengan jaringan Linknet.
Masih kata Andy, pihaknya optimistis kerja sama yang terjalin dapat menghadirkan solusi keamanan yang yang komprehensif, dan terintegrasi bagi sektor enterprise di Indonesia.
“Kemitraan ini menggabungkan kapasitas mitigasi Linknet sebesar 100 Gbps, jaringan yang andal, serta jangkauan operasional yang luas dengan infrastruktur scrubbing global Nexusguard yang mencapai lebih dari 3 Tbps,” ujar Andy.