Peringati 35 Tahun UOB Lady’s Card, UOB Indonesia Luncurkan Desain Baru Kartu Kredit Itu

0
36
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank UOB Indonesia meluncurkan pembaruan desain kartu kredit UOB Lady’s Card. Peluncuran desain baru itu seiring dengan hari perayaan 35 tahun UOB Lady’s Card di Singapura, yang diklaim sebagai kartu kredit pertama di Asia Tenggara dengan fokus pada kaum perempuan.

Consumer Banking Director UOB Indonesia Cristina Teh Tan mengatakan, pembaruan tersebut menandai perjalanan panjang perusahaan dalam memberdayakan kaum perempuan modern kelas atas di seluruh kawasan untuk meraih gaya hidup yang diinginkannya. Inklusi kaum perempuan berperan penting dalam perekonomian di Asia Tenggara, sementara di Indonesia berpotensi besar untuk mengembangkan bisnis yang dipimpinnya.

“Kami menyadari kaum perempuan Indonesia berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membentuk masyarakat,” kata Christina saat acara peluncuran di Brasserie Patty, Pacific Place, Jakarta, Jumat (17/5) kemarin.

Untuk pemegang kartu kredit UOB Lady,s Card, kata Cristina, pihaknya mencatat kenaikan sebesar 95%. Itu menjadi bukti relevansi jangka panjang dari penawaran yang diberikan terhadap kebutuhan gaya hidup kaum perempuan.

Baca Juga :   Pefindo Biro Kredit Sebut KPR Paling Diminati Dalam 2 Bulan Terakhir

“Kami menegaskan kembali komitmen untuk memperjuangkan kemajuan dan kesuksesan kaum perempuan di mana pun mereka berada, seiring dengan upaya menjadi unstoppable together,” ujar Cristina.

UOB Lady’s Card, kata Cristina, pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2010 dan fokus memberikan manfaat kesehatan dan kecantikan kepada nasabah perempuan. Untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi spesifik nasabah perempuan, UOB Lady’s Card memberikan promosi berupa potongan harga hingga 50% untuk kategori kecantikan tertentu setiap Rabu.

“Hal ini memberikan pemegang kartu pilihan untuk mendapatkan 3 kali poin reward dalam kategori yang selaras dengan prioritas gaya hidup yang mereka jalani, seperti busana, department store, groceries dan e-commerce,” katanya.

 

Leave a reply

Iconomics