Pertamina Berupaya Jaga Ketersediaan Pasokan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru

0
41
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Pertamina (Persero) berupaya menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM), dan gas menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Untuk itu, Pertamina mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan Satgas Nataru lebih awal dari jadwal biasanya.

Direktur Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Satgas Nataru telah diaktifkan pada 13 November 2025, yang biasanya dijalankan pada awal Desember. Kesiapan lebih awal dilaksanakan untuk memastikan operasional yang lebih baik.

“Jadi Satgas Nataru sudah mulai aktif dari 13 November, dan kami pagi tadi sudah mulai rapat kesiapan stok nasional,” kata Simon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).

Dari sisi ketersediaan BBM, Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra mengatakan, pihaknya mencatat adanya kenaikan permintaan dari sisi Pertamax Turbo sekitar 76%. Untuk memenuhi itu, Pertamina Patra Niaga akan menambah pasokan melalui kilang, dan impor.

“Kekurangannya dipasok dari impor. Penambahan impor ini tentunya perlu waktu. Saat ini kargo impor sedang menuju ke Indonesia,” kata Ega.

Sedangkan untuk BBM jenis Pertalite, kata Ega, secara umum stok Pertalite masih dalam batas aman, namun masih di bawah target. Karena itu, kata Ega, pihaknya berupaya meningkatkan stok yang ada, sehingga bisa memenuhi target yang ingin dicapai.

Baca Juga :   Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

“Namun karena Pertalite ini sudah ada sistem kontrol, jadi secara operasional layanan kepada masyarakat, kami relatif bisa mengendalikan,” ujar Ega.

Untuk ketersediaan gas, Direktur Utama Pertamina Gas Negara Arief Kurnia Risdianto menyebutkan, ketersediaan gas hingga 2026 sudah terpenuhi. Secara total PGN membutuhkan 19 kargo gas alam cair (LNG) hingga 2026.

“Kita sudah dapat mengamankan 14 kargo LNG, dan 5 kargo selanjutnya dalam proses pembahasan bersama dengan Kementerian ESDM, dan SKK Migas,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Arief meminta dukungan Komisi XII DPR untuk memperhatikan sektor industri, agar daya beli terhadap gas dapat tetap terjaga dengan baik.

“Dari sisi harga yang dapat diserap oleh pelanggan kami yaitu harga yang kompetitif, sehingga PGN dapat mendukung secara sepenuhnya terkait kebutuhan gas bumi yang diperlukan oleh seluruh industri yang ada di Indonesia,” ujar Arief.

Leave a reply

Iconomics