Primaya Hospital Group Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak untuk 85 Pasien

0
45
Reporter: Rommy Yudhistira

Primaya Hospital Group menggelar acara Bakti Sosial Operasi Katarak 2025, dengan jumlah sebanyak 85 pasien katarak. Kegiatan yang diselenggarakan di Primaya Hospital bekasi Timur itu, merupakan rangkaian dari acara Primaya Heart Race 2025.

Chief Business Development Officer Primaya Hospital Group Yoseph Bambang Pamungkas menjelaskan, pada kegiatan Primaya Heart Race 2025, hampir 2.000 peserta dari 15 kota ikut berpartisipasi. Dari aktivitas itu, terkumpul donasi hampir sebesar Rp 30 juta, yang sepenuhnya dialokasikan untuk membantu kegiatan bakti sosial tersebut.

“Melalui program ini, setiap langkah dan kayuhan ribuan peserta Primaya Heart Race 2025 telah menjadi ‘cahaya baru’ bagi para pasien penderita katarak. Inisiatif ini membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang menjaga kebugaran, tetapi juga bisa menjadi gerakan sosial dengan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Yoseph dalam keterangan resminya pada Minggu (28/9).

Dalam bakti sosial, kata Yoseph, pihaknya berkolaborasi dengan EyeQu LASIK & Eye Center yang merupakan salah satu unit usaha Primaya Hospital Group, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) bekasi, dan PT Surya Utama Medika. “Ke depan, kami berharap program ini dapat menjangkau lebih luas dan membantu lebih banyak pasien di berbagai daerah,” ujar Yoseph.

Baca Juga :   KLHK Bersama Masyarakat Komitmen Lindungi dan Kelola Lingkungan Hidup

Melalui program sosial itu, lanjut Yoseph, Primaya Hospital Group tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini, dan pola hidup sehat untuk mencegah katarak.

“Kami percaya bahwa kesehatan merupakan hak setiap orang, dan pemulihan penglihatan merupakan kebahagiaan yang tak ternilai,” tambah Yoseph.

Sementara itu, Ketua Perdami bekasi dr. Irsad Sadri menambahkan, tren katarak kini muncul pada usia yang lebih muda, karena gaya hidup tidak sehat, dan diabetes, kendati sebagian besar katarak masih terjadi pada lanjut usia. Irsad menambahkan, operasi dilakukan dengan teknik fakoemulsifikasi tanpa jahitan, sehingga pemulihan bisa lebih cepat, dan pasien bisa beraktivitas kembali.

“Sebelum operasi, kami melakukan pemeriksaan ketat, memastikan tekanan darah di bawah 150/90, gula darah di bawah 200, dan ketajaman penglihatan di bawah 6/60. Pasien dengan resiko komplikasi tidak akan dioperasi demi keselamatan mereka,” kata Irsad.

Leave a reply

Iconomics