RUPST 2025 Waskita: Utang Turun dan Terbentuk Susunan Direksi Serta Komisaris yang Baru

0
593
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan total penurunan utang Rp 14,7 triliun, sehingga utang yang masih tersisa Rp 69,3 triliun pada tahun 2024. Penurunan utang itu dilaporkan dalam Rapat umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 Waskita Karya.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pihaknya mengutamakan proses pemulihan kinerja keuangan dan operasional melalui restrukturisasi selama 2024. Hasilnya, Waskita mendapat persetujuan dari 22 kreditur perbankan master restructuring agreement (MRA) dan kredit modal kerja penjaminan (KMKP) 2021, dengan nilai Rp 31,65 triliun.

“Skema restrukturisasi tersebut telah efektif sejak 17 Oktober 2024. Berkat restrukturisasi itu, perseroan menjadi lebih optimal dalam menata keuangannya,” kata Ermy dalam keterangan resminya, Selasa (29/4).

Kemudian, kata Ermy, restrukturisasi pada obligasi non-penjaminan sebesar Rp 3,35 triliun pun telah disetujui dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO). Dalam konteks restrukturisasi operasional, Waskita fokus pada pemulihan operasional inti dengan menjadi kontraktor murni.

“Strategi ini mengedepankan pengerjaan sejumlah proyek dengan skema pembayaran bulanan, dan menghindari turnkey, guna menjaga stabilitas modal kerja,” tambah Ermy.

Baca Juga :   RUPST 2025 Bukit Asam Setujui Bagikan Dividen Tunai Rp 1,32 T

Masil soal kinerja, kata Ermy, Waskita mencatat laba berjalan (bukan konsolidasi) senilai Rp 4,8 triliun. Laba itu karena dorongan peningkatan pendapatan lainnya yang berasal dari modifikasi utang, dan perbaikan rasio beban pokok pendapatan dari 0,6% pada 2023, menjadi 5,7% pada 2024.

Secara konsolidasi, kata Ermy, pihaknya membukukan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) hingga 347% dari minus Rp 0,4 triliun, menjadi naik Rp 0,9 triliun. Kinerja operasional, efisiensi beban usaha, dan kontribusi pendapatan lain atas divestasi sebagian saham Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), menjadi faktor peningkatan EBITDA Waskita.

Selanjutnya, kata Ermy, beban keuangan perseroan turun sebesar 1,8% dari Rp 4,4 triliun menjadi Rp 4,3 triliun. Penurunan ini karena suku bunga pinjaman sejalan dengan restrukturisasi yang telah efektif dan divestasi ruas Tol Bocimi.

Adapun total nilai kontrak baru Waskita, kata Ermy, menembus Rp 9,55 triliun sepanjang 2024. Lalu, realisasi pendapatan usaha secara konsolidasi mencapai Rp 10,7 triliun, atau 101% dari target revisi rencana kerja dan anggaran perusahaan.

Baca Juga :   Secara Kumulatif, EasyCash Salurkan Total Rp 70,64 T Sejak 2017 hingga April 2025

“Pada tahun lalu, perseroan berkontribusi terhadap negara terkait pembayaran pajak sebesar Rp 1,8 triliun secara konsolidasi,” ujar Ermy.

Sebagai informasi, dalam RUPST 2025 diputuskan tidak ada perubahan susunan direksi dan komisaris. Berikut ini susunan komisaris dan direksi Waskita Karya setelah RUPST 2025:

Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
Komisaris Independen: Muhamad Salim
Komisaris Independen: Muradi
Komisaris Independen: Addin Jauharudin
Komisaris: Dedi Syarif Usman
Komisaris: T. Iskandar

Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Risk Management, Legal & QHSE: Anton Rijanto
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics