Menkeu Sudah Jalin Komunikasi dengan Tim Presiden Terpilih soal Anggaran Makanan Bergizi Gratis

0
28
Reporter: Rommy Yudhistira

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku menjalin komunikasi dengan tim presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, untuk membahas anggaran program makanan bergizi gratis (MBG). Untuk diketahui MBG merupakan program unggulan yang ditawarkan pasangan Prabowo-Gibran sebelum terpilih.

Dari pembahasan tersebut, kata Sri Mulyani, Prabowo telah menyetujui pelaksanaan program MBG akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun pertama MBG, telah disepakati alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

“Angka Rp 71 triliun itu ada di dalam range postur defisit 2,29%-2,82%. Angka Rp 71 triliun bukan merupakan on top atau di atas, tapi sudah di dalamnya,” kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin (24/6).

Secara umum, kata Sri Mulyani, detail mengenai program MBG akan dijelaskan tim dari presiden terpilih. Kementerian Keuangan akan terus menyusun APBN melalui proses dalam sidang kabinet Presiden Joko Widodo, kabinet paripurna yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan tim presiden dan wakil presiden terpilih.

Baca Juga :   Kemenkeu: PR Dibutuhkan untuk Kelola Krisis, Bangun Reputasi dan Jaga Kepercayaan

“Ini semua dilakukan mengikuti siklus APBN dan UU Keuangan Negara, dan akan dibahas secara transparan dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan UU APBN,” ujar Sri Mulyani.

Dengan demikian, kata Sri Mulyani, pihaknya memastikan APBN 2025 akan dikelola secara hati-hati, dan tetap menjadi instrumen yang keberlanjutan dan kesehatannya tetap dijaga dengan baik.

“Karena ini adalah instrumen penting yang akan menjadi andalan bagi pemerintah, baik pemerintah hari ini, maupun yang akan datang. Dan selama ini komunikasi berjalan dengan baik untuk tetap berkomitmen terhadap pengelolaan fiskal yang hati-hati, dan tetap sehat, serta sustainable,” katanya.

 

Leave a reply

Iconomics