Studi FWD Insurance dan Kadence International: 82% Responden Paham Hal Mendasar soal Asuransi
FWD Insurance berupaya mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi di Indonesia. Karena itu, FWD Insurance menggandeng PT Kadence International mengkaji untuk mengetahui loyalitas, dan program yang diharapkan nasabah.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, untuk saat ini belum ada formula pasti bagi industri asuransi untuk menjaga loyalitas, dan keterlibatan individu sebagai pengguna produk asuransi. Itu sebabnya, studi tersebut menyasar individu pemilik dan tidak pemilik asuransi jiwa untuk mengeksplorasi jenis program yang bisa mendorong partisipasi, dan berdampak pada loyalitas.
“Kami bekerja sama dengan Kadence International melakukan studi customer program research untuk memahami program seperti apa yang diinginkan yang dapat mempertahankan loyalitas dan keterlibatan nasabah, sekaligus meningkatkan daya tarik kepada nasabah yang relevan dengan kebutuhannya,” kata Rudy dalam media gathering di Kila-Kila, Jakarta, Selasa (12/8).
Head of Business Acceleration Kadence International Safiudin Alwi menambahkan, hasil studi tersebut mengungkap 93% responden memilih keamanan, dan stabilitas keuangan sebagai prioritas hidup. Sedangkan 55% memilih asuransi, dana medis, dan persiapan dana darurat untuk kesehatan.
Dari sisi produk asuransi, kata Safiudin, sebanyak 82% responden memahami hal-hal mendasar tentang asuransi, di antaranya berkaitan perbedaan antara tabungan, dan asuransi. Kemudian, responden menyatakan bahwa faktor eksternal berpengaruh terhadap perencanaan keuangan, dan pembelian asuransi.
“Cerita atau pengalaman yang didapat dari orang terdekat (keluarga, kerabat, atau teman) menjadi faktor yang paling mempengaruhi, disusul informasi dari media sosial, termasuk dari pemberi pengaruh (influencer),” kata Safiudin.
Dalam hal program, kata Safiudin, responden memiliki ekspektasi besar kepada program pemeliharaan kesehatan, promosi, dan pengalaman asuransi yang eksklusif. Lalu, terdapat 93% responden yang merasa puas pada program loyalitas nasabah. Hal serupa pun ditemukan pada responden yang tidak memiliki asuransi.
“Hasil studi ini menjadi daya dorong kami untuk senantiasa berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi. Hal ini merupakan upaya kami dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” ujar Safiudin.