Dilantik Jadi ADK OJK, Inarno Djajadi Beberkan Program Prioritas
Inarno Djajadi, anggota DK OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Inarno Djajadi resmi dilantik menjadi anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah dilantik Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (20/7) kemarin, bersama sejumlah ADK lainnya.
Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, selain sebagai ADK juga merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Inarno mengatakan program prioritasnya adalah mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik dari sisi supply maupun demand. Pendalaman dari sisi supply dilakukan melalui variasi produk dan layanan jasa sektor keuangan yang efisien.
“Tentu dari sisi demand-nya pendalaman pasar adalah meningkatkan [jumlah] investor. Tentunya kami bersama-sama dengan DK yang lain terutama dari EPK, ibu Friderica Widyasari Dewi itu terus melalukan sosialisasi edukasi terhadap pasar modal agar terus berkembang,” ujar Inarno dalam konferens pers, Rabu malam (20/7).
Selain pendalaman pasar, Inarno juga akan fokus pada akselerasi program yang berkaitan dengan ekonomi hijau di sektor pasar modal, sejalan dengan arahan dari pemerintah.
“Selain itu, penguatan kebijakan untuk meningkatkan peran pelaku industri dalam pengembangan sektor keuangan yang sejalan dengan best practice dan market conduct dan tentunya meningkatkan governance yang baik,” ujarnya.
Inarno juga akan meningkatkan upaya perlindungan konsumen dan memperkuat kerangka kebijakan layanan digital untuk penguatan kredibilitas sektor keuangan dan peningkatan kepercayaan masyarkat.
Terkait dengan normalisasi berbagai kebijakan yang dibuat untuk merespons volatilitas pasar selama masa pandemi seperti larangan short selling, Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) serta dan kebijakan trading halt, Inarno mengatakan masih akan diberlakukan.
“Tentunya kita masih tetap memberlakukan hal itu dan kita butuh waktu. Kita selalu review berkala apakah ini akan kita balikan ke posisi normal. Tentunya melihat kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya.