Dirut Green Power Group Dideportasi, Perseroan Lost Contact

0
108

An Shaohong (Anthony) masih berstatus sebagai Direktur Utama PT Green Power Group Tbk meski dideportasi. Hal ini disampaikan Corporate Secretary Green Power, Lu Haiying dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Haiying menyampaikan bahwa sekarang, Perseroan dalam status hilang kontak dengan An Shaohong dan tidak mengetahui keberadaannya.

Adapun status jabatan terkini atas An Shaohong, ia menyampaikan berdasarkan akta terbaru yakni Akta Notaris No. 237 tanggal 20 Juni 2025, yang dibuat oleh Notaris Nurlisa Uke Desy, S.H., M.Kn., yang berkedudukan di Kabupaten Bogor, An Shaohong adalah Direktur Utama Perseroan.

“Saat ini, bapak An Shaohong belum diketahui kondisinya. Perseroan melalui sekretaris perusahaan sedang berupaya untuk menghubungi bapak An Shaohong untuk komunikasi lanjutan,” tulis Corporate Secretary.  

Adapun untuk memastikan operasional berjalan normal, maka tugas lainnya sementara akan dilaksanakan oleh Direksi lainnya.

Green Power berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa(RUPSLB) pada Januari 2026. Apabila dibutuhkan adanya perubahan susunan pengurus, maka akan dilakukan pada RUPSLB ini.

Baca Juga :   Keputusan RUPSLB, Merdeka Cooper Nambah Modal Lewat Private Placement

Adanya peristiwa ini, Corporate Secretary menyampaikan tidak ada dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Tim manajemen operasional tetap berada dalam kendali penuh dan mampu menjalankan seluruh aktivitas Perseroan secara normal. Operasional Perseroan, baik pada level induk maupun anak perusahaan, tetap berjalan normal, dan hingga saat ini tidak terdapat gangguan terhadap kegiatan bisnis maupun pelayanan publik. Hanya akan terjadi fluktuatif pada harga saham Perseroan mengenai sentimen yang ada.

Sebagai latar belakang, dalam informasi yang beredar, An Shaohong diduga melakukan pelanggaran Keimigrasian yang berupa tidak melaporkan pada aplikasi APOA (Aplikasi Pengawasan Orang Asing) dan merupakan daftar pencarian orang (DPO) dari negara asalnya.

Perseroan menegaskan bahwa apabila terdapat permasalahan keimigrasian atau administratif yang melibatkan An Shaohong, hal tersebut merupakan urusan pribadi yang bersangkutan dan tidak berkaitan dengan kegiatan usaha operasional Perseroan. Lebih lanjut Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak ikut terlibat dan tidak mengetahui terkait dengan kasus yang sedang dihadapi oleh An Shaohong, baik yang ada di dalam negeri maupun dari negara asalnya.

Baca Juga :   RUPSLB Putuskan Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi PT PAL

Perseroan menyebut sejauh ini belum mendapat informasi resmi dari lembaga yang bersangkutan mengenai deportasi atas nama An Shaohong sehingga juga tidak diketahui persis permasalahan yang sedang dihadapi yang mengakibatkan harus dideportasi ke negara asalnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics