Inflow ke SRBI dan SBN Mengalir Deras Usai BI Rate Naik 100 Bps

Aliran dana asing ke SRBI dan SBN mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Kepercayaan investor luar negeri itu juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar domestik.
0
13

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan arus modal asing (capital inflow) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) mengalir deras setelah BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 100 basis poin (bps) dalam satu bulan terakhir.

Menurut Destry, kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari kebijakan jangka pendek yang ditempuh bank sentral untuk menjaga stabilitas di tengah tingginya ketidakpastian global, terutama stabilitas nilai tukar rupiah dan likuiditas di pasar keuangan.

Ia menjelaskan, kenaikan suku bunga tersebut memicu penyesuaian harga (repricing) pada instrumen yang diterbitkan BI maupun pemerintah, yakni SRBI dan SBN. Dampaknya, arus dana asing yang masuk ke kedua instrumen tersebut meningkat signifikan.

“Dalam di bulan Juni ini, telah terjadi inflow yang cukup signifikan, sehingga secara year to date dari Januari hingga akhir Juni, tanggal 26 yang lalu, inflow yang masuk untuk portfolio SBN dan SRBI kita itu sudah mencapai sekitar US$ 9 miliar,” katanya dalam konferensi pers usai menghadiri rapat koordinasi kondisi terkini perekonomian yang difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Baca Juga :   Fokus Jaga Stabilitas Rupiah yang Terguncang karena Perang di Timur Tengah, Alasan Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 6%

Selain Destry, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia yang juga hadir dalam konferensi pers yang dipandu Dasco itu adalah Thomas Djiwandono,  Filianingsih Hendarta dan Ricky P. Gozali.

Pejabat lainnya adalah Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.

Turut hadir pimpinan Komisi XI DPR RI, yakni Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal.

Menurut Destry, besarnya aliran dana asing ke SRBI dan SBN mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Kepercayaan investor luar negeri itu juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar domestik.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter. Destry menyebut ekspansi likuiditas yang dilakukan BI meningkat signifikan dalam sebulan terakhir.

“Kalau kita lihat di akhir bulan Mei, ekspansi yang kami lakukan sekitar Rp600 triliun, maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp1.000 triliun,” katanya.

Baca Juga :   Tiga Kali Turunkan BI Rate, Namun Bank Tak Turunkan Suku Bunga, Gubernur BI; ”Yuk! Bersama-sama Turunkan Suku Bunga”

Menurut Destry, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang maupun pasar valuta asing di tengah dinamika ekonomi global yang masih tinggi.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics