Rusia Mitra Strategis Indonesia, Menko Airlangga Beberkan Potensi Kerja Sama Ekonomi ke Depan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menghadiri acara The Reception of The National Day of The Russian Federation/Dok. Ekon
Indonesia dan Rusia telah menjalin kemitraan strategis Indonesia dengan menjalin hubungan diplomatik selama 76 tahun. Dalam hubungan ekonomi, Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan yang positif, dengan nilai perdagangan bilateral pada tahun 2025 mencapai US$5 miliar. Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia terus mengalami peningkatan, yang juga didukung dengan dibukanya penerbangan langsung rute Moskow–Denpasar saat ini.
“Selama lebih dari tujuh dekade, kemitraan kita terus berkembang berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama. Fondasi kokoh yang telah dibangun oleh para pendahulu kita terus dipertahankan lintas generasi kepemimpinan dan hingga kini tetap menjadi landasan yang mengawal kerja sama kita,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menghadiri acara The Reception of The National Day of The Russian Federation.
Menko Airlangga menambahkan bahwa upaya penguatan hubungan bilateral dengan Rusia sebelumnya juga telah dilakukan Pemerintah melalui kunjungan ke Kazzan, Rusia pada bulan Mei 2026 lalu, untuk berpartisipasi dalam kegiatan 14th Session of the Indonesia–Russia Joint Commission on Trade, Economic, and Technical Cooperation, bersama Deputy Prime Minister Denis Manturov. Kedua negara meyakini bahwa kerja sama kelembagaan yang kuat, didukung oleh keterlibatan aktif antara Pemerintah dan dunia usaha akan terus menjadi landasan bagi kemitraan ekonomi Indonesia dan Rusia.
Ke depan, kerja sama Indonesia dan Rusia memiliki potensi signifikan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia, khususnya melalui pengembangan industri, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, pengembangan teknologi, serta pembangunan berkelanjutan. Kedua negara juga berkomitmen akan terus menjajaki berbagai peluang kerja sama baru untuk memperkuat kemitraan di bidang ekonomi dan industri.
Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia yang telah dilakukan pada Desember 2025 lalu juga dinilai mampu menjadi tonggak penting yang akan memperluas akses pasar, memfasilitasi perdagangan, serta mendorong keterlibatan dunia usaha antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia.
Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Indonesia atas kesempatan yang diberikan kepada Indonesia untuk berpartisipasi sebagai partner country pada penyelenggaraan perdana pameran industri terkemuka Rusia yang akan berlangsung bulan depan. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemangku kepentingan kedua negara dalam pengembangan perdagangan, ilmu pengetahuan, industri manufaktur bernilai tambah, teknologi industri maju, sektor otomotif, energi, serta inovasi digital.