Jubir Kemenko Perekonomian Tegaskan Arah Reformasi Pasar Modal Indonesia

0
40

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Haryo Limanseto menegaskan bahwa tindakan reformasi pasar modal yang dilakukan Pemerintah tidak hanya didorong oleh dinamika penilaian lembaga indeks global, melainkan merupakan amanat Undang-Undang yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang pasar modal. Integritas pasar adalah cerminan dari seluruh perekonomian, oleh karena itu sebabnya Pemerintah mengambil tindakan cepat dan terukur dalam merespons perkembangan terkini pasar modal saat ini,” kata Haryo dalam keterangannya.

Pemerintah telah mengumumkan serangkaian langkah reformasi pasar modal, antara lain rencana peningkatan porsi saham beredar bebas (free float) minimum menjadi 15%, penguatan transparansi, serta optimalisasi peran investor institusional domestik, termasuk dana pensiun dan perusahaan asuransi dalam pasar modal. Pemerintah juga membuka opsi keterlibatan Danantara sebagai sovereign wealth fund untuk membantu menjaga stabilitas pasar.

Dalam rangka memperkuat tata kelola, Pemerintah juga akan memperketat regulasi pasar modal guna menyingkirkan berbagai praktik yang merusak kepercayaan investor. Penegakan hukum akan dilakukan kepada setiap pihak yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, dan proses yang objektif.

Baca Juga :   Gubernur Riau Tawarkan Kawasan Industri, Simak Saran Menko Airlangga

“Melalui beragam langkah reformasi yang komprehensif dan terukur, Pemerintah optimistis kepercayaan investor domestik maupun global terhadap pasar modal Indonesia akan terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang kredibel, transparan, dan berdaya saing,” kata Haryo.

Sejalan dengan langkah Pemerintah dalam memperkuat reformasi dan integritas pasar modal tersebut, Pemerintah juga menegaskan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional ke depan. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029 dinilai realistis, didukung oleh penguatan investasi, penyelesaian kesepakatan perdagangan internasional, serta implementasi program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja

Sejumlah sektor prioritas, seperti manufaktur, digitalisasi, dan transportasi, diproyeksikan menjadi motor utama dalam mendorong peningkatan investasi langsung asing ke Indonesia. Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan industri strategis, termasuk pembangunan ekosistem semikonduktor, melalui kerja sama dengan pelaku industri global.

Leave a reply

Iconomics