Kinerja Bank Raya Tumbuh Positif di Kuartal III-2024, Laba Bersih Meroket 130%
Ilustrasi Bank Raya/Dok. Bank Raya
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan perolehan Laba Bersih pada kuartal III tahun 2024 mencapai Rp33,9 miliar. Nilai tersebut tumbuh 130,9% (yoy) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh Pendapatan Bunga yang tumbuh sebesar 16,3% (yoy) atau tercatat mencapai Rp769 miliar. Pada kuartal III tahun 2024, pertumbuhan Pendapatan Bunga tersebut didorong oleh Pendapatan Bunga Kredit tercatat Rp524 miliar atau meningkat sebesar 21,5% (yoy). Secara keseluruhan kinerja Bank Raya pada kuartal III tahun 2024 mengalami peningkatan, sehingga tercermin pada Net Interest Income yang mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp416 miliar atau bertumbuh 15,9% (yoy).
Bank Raya juga mencatat peningkatan rasio NIM pada kuartal III tahun 2024 menjadi 4,35% dari kuartal III tahun 2023 yaitu 3,80%, serta rasio Cost to Income Ratio (CIR) pada kuartal III tahun 2024 yang membaik menjadi 59,79% dari tahun sebelumnya 74,51%. Perbaikan rasio profitabilitas juga tercermin dari rasio Return on Asset (ROA) sebesar 0,36% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,16%. Rasio Return on Equity (ROE) sebesar 1,41% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya sebesar 0,62%.
“Dengan fundamental perusahaan yang membaik, maka kami semakin optimistis menuju pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui pemetaan bisnis yang tepat, dan optimalisasi strategi produk bank digital dengan keunggulan produk yang shorter, faster, smaller, maka kami yakin dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi bank digital yang tangguh dan tumbuh sehat,” kata Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia dalam keterangan resminya.
Total Aset Bank Raya tercatat tumbuh 12,1% mencapai Rp12,8 triliun. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan outstanding Total Kredit Bank Raya sebesar 20,7% atau mencapai Rp6,8 triliun pada kuartal III tahun 2024. Dengan tetap fokus melanjutkan transformasi menjadi digital attacker BRI Group Bank Raya terus melanjutkan ekspansi bisnis digitalnya. Hal ini tercermin dari kinerja produk digital yang terus menunjukkan perkembangan positif, seperti penyaluran kredit digital selama 2024 yang mencapai Rp13,7 triliun atau tumbuh 72,5% (yoy), sehingga mendorong pertumbuhan outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 90,4% (yoy) mencapai Rp1,8 triliun.
Pada kuartal III tahun 2024, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 11,2% yoy atau tercatat mencapai Rp7,8 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan Giro sebesar Rp610 miliar atau tumbuh 58,2% (yoy), Tabungan tercatat mencapai Rp1,4 triliun yang didorong oleh peningkatan pada Digital Saving menjadi sebesar Rp1,1 triliun atau tumbuh 39,9% (yoy) dan Deposito menjadi Rp5,89 triliun atau tumbuh 11,2% (yoy). Pertumbuhan pada dana murah (Giro dan Digital Saving) tersebut menunjukkan bahwa produk simpanan Bank Raya telah mampu mempermudah nasabahnya dalam melakukan pengelolaan keuangannya serta telah mampu menjawab kebutuhan para nasabah dalam bertransaksi perbankan digital sehari-hari.
Di kuartal III tahun 2024, Bank Raya berhasil memperbaiki Rasio NPL gross menjadi 3,64% dari periode tahun sebelumnya kuartal III tahun 2023 tercatat sebesar 4,75% dan NPL Net menjadi sebesar 1,54% dari tahun sebelumnya tercatat 1,98%. Sebagai upaya dari penerapan prinsip kehati-hatian, Bank Raya juga terus menjaga kecukupan pencadangannya, hal ini terlihat dari kenaikan NPL coverage menjadi 400% pada kuartal III tahun 2024 dari tahun sebelumnya 349%.
Kondisi likuiditas Bank Raya tetap terjaga, tercatat Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Raya pada kuartal III tahun 2024 sebesar 86,36%, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) tercatat sebesar 85,6%, rasio likuiditas lainnya seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Nett Stable Funding Ratio (NSFR) terjaga sebesar 224,6% dan 138,2% atau di atas ketentuan minimum regulator sebesar 100%.
Dari sisi permodalan, Perseroan masih memiliki modal yang kuat terlihat dari rasio Total Capital Adequacy Ratio (CAR) pada kuartal III tahun 2024 sebesar 42,36%, yang mayoritas merupakan modal Tier 1 yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan.
Bank Raya juga menyampaikan perkembangan digital saving pada kuartal III tahun 2024. Bank Raya berhasil melayani lebih dari 910 ribu nasabah melalui Raya Apps. Jumlah tersebut naik 17,8% (yoy). Penggunaan transaksi Raya Apps meningkat menjadi 2,6 juta transaksi dengan kenaikan sebesar 98% (yoy.) Jumlah nasabah diharapkan dapat meningkat hingga akhir tahun seiring dengan pertumbuhan pada digital saving yaitu sebesar Rp1,1 Triliun atau tumbuh 39,9% (yoy).