Krakatau Steel Catat Pendapatan Kuartal I-2025 Sebesar Rp3,88 Triliun
Pabrik Krakatau Steel/Dok. KRAS
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan sebesar US$234,76 juta atau setara Rp3,88 triliun hingga kuartal I tahun 2025. Namun demikian, emiten dengan kode KRAS ini masih harus berjuang keras untuk membalikkan agar laba menghijau.
Manajemen menyampaikan bahwa di tengah tekanan biaya produksi dan ketidakpastian pasar baja global, Krakatau Steel tetap menunjukkan kinerja operasional yang stabil serta menegaskan komitmennya terhadap transformasi bisnis dan efisiensi berkelanjutan.
Meski secara keseluruhan mencatatkan rugi bersih pada periode ini, perusahaan menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan, mengingat sejumlah tantangan eksternal seperti tingginya beban keuangan dan kinerja entitas asosiasi yang belum optimal.
Manajemen juga menyampaikan fasilitas Hot Strip Mill 1 (HSM#1) memang telah kembali beroperasi sejak akhir 2024, namun proses optimalisasi produksinya berlangsung secara bertahap. Manajemen perusahaan menilai bahwa pengoperasian pabrik skala besar seperti HSM#1 membutuhkan waktu untuk mencapai efisiensi penuh dan kapasitas komersial yang ideal. Oleh karena itu, kontribusi HSM#1 akan mulai terasa secara lebih signifikan dalam laporan keuangan berikutnya.
Selama kuartal pertama 2025, Krakatau Steel mencatat penurunan biaya usaha sebesar 11%, yang mencerminkan konsistensi dalam pelaksanaan strategi efisiensi. Di sisi lain, total aset perusahaan meningkat menjadi US$2,92 miliar atau setara Rp48,35 triliun, mengindikasikan ketahanan struktur keuangan perusahaan.
Manajemen menegaskan bahwa transformasi Krakatau Steel mencakup perbaikan menyeluruh dari sisi tata kelola, efisiensi proses produksi, hingga pengembangan unit-unit usaha strategis. Perusahaan juga tengah memfokuskan diri pada pemulihan segmen non-baja serta penguatan bisnis pendukung lainnya.