Laba Bersih Naik 193%, PALM Setujui Bagi Dividen Rp50 Miliar
Presiden Direktur PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) Tri Boewono (kedua kiri) bersama Direktur PALM Ellen Kartika (kedua kanan) dan Budianto Purwahjo (kanan), serta Sekretaris Perusahaan Lim Na Lie (kiri) saat menyampaikan paparan terkait kinerja Perseroan dan kinerja Keuangan PALM pada sesi Public Expose yang berlangsung di JS Luwansa Hotel and Convention Center pada Rabu, (26/06/2024)/Dok. PALM
PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar atau 2,97% dari laba bersih 2025. Keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ini sebagai komitmen manajemen PALM untuk terus memberikan nilai tambah yang optimal kepada pemegang saham, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan investasi perusahaan.
PALM mencatatkan laba bersih senilai Rp1,85 triliun sepanjang tahun 2025. Nilai tersebut meningkat 193% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas senilai Rp2,23 triliun.
Total aset perusahaan juga naik pada tahun 2025 menjadi sebesar Rp9,19 triliun. Aset tersebut naik 17% dari Rp7,87 triliun pada tahun 2024.
Presiden Direktur Provident Investasi Bersama, Tri Boewono menjelaskan kinerja positif perusahaan juga menjadi bukti dari kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) PALM dalam menjalankan strategi investasi, sehingga mampu mengoptimalkan setiap peluang investasi yang ada di Indonesia.
“Pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang diputuskan RUPST hari ini menjadi salah satu bukti kinerja tim investasi kami yang sangat baik. Kami akan terus mendorong kapasitas dan kualitas SDM PALM untuk memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan Perusahaan mampu tumbuh positif secara berkelanjutan,” kata Tri Boewono dalam Public Expose usai RUPST pada Rabu (17/06/2026).
Tri menambahkan Perseroan saat ini masih berada dalam fase ekspansi portofolio yang aktif. Oleh karena itu, selain memberikan dividen kepada pemegang saham, PALM juga mempertahankan sebagian besar laba untuk memperkuat kapasitas investasi dan mengoptimalkan setiap peluang bernilai tinggi di tiga sektor utama yakni sumber daya alam; teknologi, media dan telekomunikasi; dan logistik.