MINE Catat Pertumbuhan Pendapatan 21% di Kuartal III-2025
Jajaran pengurus PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) saat seremoni pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/3). Perusahaan yang bergerak di sektor penunjang pertambangan ini meraup dana Rp132,33 miliar dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM mencatat kinerja positif pada kuartal III tahun 2025 dengan pendapatan usaha yang tumbuh 21,3% menjadi Rp1,78 triliun, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,47 triliun.
Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh ekspansi operasional serta kontribusi dari proyek baru yang mulai berjalan pada tahun ini. Sejalan dengan itu, total aset Perseroan meningkat 32,8% menjadi Rp2,14 triliun dari Rp1,61 triliun pada Desember 2024. Perseroan juga membukukan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp144,03 miliar pada Kuartal III 2025.
Direktur Utama PT Sinar Terang Mandiri Tbk, Ivo Wangarry menyampaikan bahwa capaian ini kembali menegaskan ketangguhan STM dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri jasa pertambangan.
“Pertumbuhan pendapatan dan peningkatan aset pada kuartal III-2025 menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan penguatan kapabilitas operasional yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Kami terus memperbesar kapasitas layanan dan menjaga kualitas operasional, sehingga STM semakin dipercaya oleh mitra strategis di sektor pertambangan,” kata Ivo dalam keterangan resminya (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan pada periode ini turut didorong oleh kepercayaan mitra yang semakin kuat terhadap kapabilitas STM, sehingga Perseroan berhasil memperoleh dua sumber pendapatan baru pada tahun ini.
Lini usaha jasa konstruksi berupa pembangunan jalan hauling bersama PT Erabaru Timur Lestari, mulai menghasilkan pendapatan pada kuartal III-2025, serta proyek baru bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) juga turut menambah kontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan.
Di luar penambahan tersebut, lini bisnis penambangan tetap menjadi kontributor terbesar yakni
92,9%, dengan kontribusi terhadap total pendapatan mencapai Rp1,65 triliun, atau meningkat 12,9% dibandingkan kuartal III 2024 yang tercatat Rp1,47 triliun. Kedua kontrak ini mencerminkan pengakuan mitra terhadap kualitas layanan STM dan menunjukkan bahwa ekspansi operasional yang dijalankan telah memberikan hasil nyata.
Ivo menambahkan bahwa peningkatan total aset yang mencapai hampir 32,8% dari yang tercatat Rp1,61 triliun di Desember 2024, menjadi Rp2,14 triliun di kuartal III-2025 juga mencerminkan ekspansi berkelanjutan dan bertumbuhnya kapasitas operasional Perseroan. Penambahan alat berat, penguatan infrastruktur pendukung, dan peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang STM.
“Kenaikan aset bukan semata pertumbuhan angka, tetapi mencerminkan perluasan skala bisnis dan peningkatan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan mitra. Dengan kapasitas yang lebih besar, STM semakin siap mengelola proyek-proyek strategis dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih kuat di masa mendatang,” kata Ivo.