Phapros Sumringah Kinerja hingga Kuartal III-2025 Tumbuh Positif

0
65

PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III tahun 2025. Laporan keuangan limited review PEHA pada 30 November 2025 menunjukkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp683,6 miliar atau tumbuh 19,5% secara YoY.

Perseroan menyebut pertumbuhan penjualan ini terutama ditopang oleh peningkatan kinerja pada segmen produk obat bermerek baik obat resep (produk etikal) ataupun obat jual bebas (OTC) serta segmen obat generik. Selain itu kontribusi pertumbuhan penjualan juga diperoleh dari anak usaha dalam grup yaitu PT Lucas Djaja.

Sejumlah produk unggulan seperti Antimo Group, Fitogen, Noza, Dextamine dan Pehacain menjadi kontributor yang menopang peningkatan penjualan dan perbaikan margin Perseroan. Selain itu, lini terapi untuk pengobatan Tuberkulosis (TB) melalui produk OAT serta terapi malaria turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja penjualan Perseroan pada segmen obat generik.

Perseroan menyampaikan EBITDA (earning before interest, taxes, depreciation, amortization) meningkat tajam 2748% YoY dari posisi negatif pada 2024. Perseroan berhasil mencatatkan EBITDA sebesar Rp88,6 miliar. Kenaikan kinerja tersebut didorong terutama oleh pertumbuhan penjualan, optimalisasi portofolio produk, serta penerapan efisiensi menyeluruh di Perseroan, tidak hanya pada proses produksi di manufaktur, tetapi juga pada aktivitas pemasaran, dan penguatan fungsi bagian supporting dalam optimalisasi proses kerja dan pengendalian biaya.

Baca Juga :   Phapros Ubah Rugi Jadi Untung di Semester I-2025

Adapun laba bersih juga berbalik positif menjadi Rp7,7 miliar atau naik 111% YoY dari posisi rugi pada tahun 2024.

Phapros juga menyampaikan HPP terhadap penjualan tercatat turun 4,8 poin, sementara beban usaha berhasil ditekan 4,3% YoY, sejalan dengan program cost restructuring serta fokus penjualan pada produk – produk bermargin tinggi. Langkah strategis tersebut membuat struktur biaya Perseroan semakin sehat dan mendukung kinerja yang berkelanjutan.

Di sisi lain, arus kas operasional konsolidasian tercatat positif Rp53,5 miliar, mencerminkan kondisi likuiditas yang tetap terjaga dan cukup sehat.

Plt. Direktur Utama PEHA, Ida Rahmi Kurniasih menyampaikan bahwa pencapaian hingga September 2025 merupakan hasil konsistensi transformasi yang dijalankan Perseroan sejak awal tahun ini.

Kinerja ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan internal di aspek Pemasaran, efisiensi biaya, dan fokus pada produk bernilai tinggi memberikan dampak nyata. Kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” kata Ida dalam keterangannya.

Leave a reply

Iconomics