Pendapatan dan Laba Bersih Naik di Semester I-2025, Dirut KAI: Tak Hanya Jaga Stabilitas Keuangan, tapi Terus Bangun Pondasi Transportasi
Stasiun KAI/Dok. KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pendapatan Rp16,8 triliun hingga Juni 2025. Pencapatan tersebut tumbuh 1,53% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,6 triliun.
KAI juga menyebut EBITDA tumbuh 17,6% menjadi Rp4,1 triliun. KAI juga menyampaikan laba bersih meningkat 7,7% menjadi Rp1,2 triliun. Proyeksi total pendapatan hingga akhir tahun ditargetkan mencapai Rp36,7 triliun atau tumbuh sebesar 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,9 triliun.
Sepanjang Januari–Juli 2025, KAI Group berhasil melayani 286 juta pelanggan. Jumlah tersebut tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“KAI tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga terus membangun fondasi untuk masa depan transportasi Indonesia. Fokus kami adalah menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kami yakin, keberlanjutan kinerja ini akan memperkuat posisi KAI sebagai pilar penting dalam pembangunan negeri,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin dalam keterangannya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menambahkan bahwa pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk semakin dekat dengan pelanggan.
Ia mengatakan di paruh kedua 2025, KAI akan terus memperkuat operasional, menjaga stabilitas keuangan, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.