PT Vale Bukukan Laba Bersih US$76,1 Juta pada Tahun 2025

0
48

Ilustrasi aktivitas pertambangan PT Vale/Dok. Vale Indonesia

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) membukukan laba bersih sebesar US$76,1 juta pada tahun 2025. Laba tersebut naik 32% dibandingkan tahun sebelumnya.

PT Vale menyebut kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional yang konsisten, level produksi yang lebih kuat, serta pendekatan yang disiplin dalam efisiensi biaya.

PT Vale juga mencatat kinerja operasional yang solid pada tahun 2025, dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton (“t”) sepanjang tahun. Hasil ini menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan 71.311 t yang dicapai pada 2024.

Selain produksi utama nikel matte, PT Vale juga terus mencatat kemajuan dalam memperluas portofolio komersialnya tahun ini, termasuk melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Pada 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (“wmt”), dengan volume bulanan tertinggi pada Oktober sebesar 516.167 wmt. Secara keseluruhan, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan bijih saprolit sepanjang tahun. Volume penjualan bijih bikel saprolite dari Blok Bahodopi sebesar 2.017.765 wmt pada tahun 2025 dan dari Blok Pomalaa sebesar 298.259 wmt.

Baca Juga :   bank bjb Salurkan Kredit dan Pembiayaan Sebesar Rp140,7 Triliun pada Tahun 2025

PT Vale juga menyampaikan pengiriman nikel matte PT Vale mencatat kenaikan yang moderat pada 2025, mencapai 73.093 t dibandingkan 72.625 t pada 2024. Hal ini mendukung Perseroan dalam mempertahankan EBITDA yang solid sebesar US$228,2 juta sepanjang tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara triwulanan, Perseroan membukukan EBITDA sebesar US$61,9 juta, turun 17% dari triwulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh lebih rendahnya volume produksi.

Harga realisasi rata-rata nikel matte pada tahun 2025 tercatat sebesar US$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan US$13.086 per ton pada tahun sebelumnya. Meskipun berada dalam lingkungan harga yang lebih rendah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku pada Juli tahun lalu, serta volume pengiriman yang lebih tinggi, mendorong kenaikan total pendapatan Perseroan menjadi US$990,2 juta atau meningkat 4% dari US$950,4 juta pada tahun 2024.

Dari sisi biaya, meskipun Perseroan melaksanakan pemeliharaan besar pada salah satu furnace, Perseroan berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan yang kompetitif sebesar US$9.339 per ton pada tahun 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan US$9.374 per ton pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan disiplin biaya yang kuat serta menghasilkan tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar US$11.201 per ton pada tahun 2022.

Baca Juga :   Indonesia Eximbank Catat Pertumbuhan Laba Bersih 8% di Tahun 2025

PT Vale juga menyampaikan unit biaya kas penjualan untuk bisnis bijih nikel Perseroan tetap stabil pada kisaran US$17–US$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik untuk bijih saprolit campuran. Angka ini mencerminkan bijih yang sepenuhnya bersumber dari blok Bahodopi, mengingat penjualan dari blok Pomalaa masih terbatas pada kegiatan pengambilan bulk sampling test. Aktivitas penambangan penuh di Pomalaa diperkirakan akan dimulai pada tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan mengalokasikan sekitar US$485,9 juta untuk belanja modal, meningkat 46% dibandingkan US$332,1 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama mencerminkan belanja untuk proyek-proyek pengembangan serta kebutuhan modal sustaining. Per 31 Desember 2025, saldo kas Perseroan tercatat sebesar US$376,3 juta.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics