Sari Roti Catat Penjualan Rp3,29 Triliun di 2021

0
999

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) mencatatkan penjualan sebesar Rp3,29 triliun pada tahun 2021. Penjualan tersebut meningkat 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Agar Penjualan dapat tumbuh secara berkelanjutan, Perseroan tidak hanya fokus pada area perumahan dan wilayah sekitar perkotaan. Tahun 2021 kami berhasil meluncurkan produk-produk baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen di masa Pandemi ini. Tak kalah penting juga mengoptimalkan dan memperluas sebaran kanal distribusi agar semakin dekat dengan keluarga Indonesia, sebagai konsumen loyal Sari Roti,” kata Direktur ROTI Arlina Sofia dalam siaran pers tertulis.

Penjualan dari Wilayah Barat dan Timur mencatatkan peningkatan total 10% yang jauh lebih tinggi dari pada Wilayah Tengah yang belum optimal pertumbuhannya dibanding tahun sebelumnya. Walau demikian Wilayah Tengah masih tetap mendominasi dengan kontribusi 56,7% terhadap total Penjualan Perseroan tahun 2021.

Perusahaan roti dengan merek Sari Roti ini menyatakan berbagai inisiatif dalam pengelolaan proses produksi dan operasional juga telah mampu meningkatkan profitabilitas dan kinerja keuangan Perseroan. Meskipun pada tahun 2021 harga bahan baku sudah mengalami kenaikan yang menekan Laba Kotor, akan tetapi Perseroan berhasil memperbaiki Margin Laba Bersih menjadi 8,6% dari hanya 6,7% pada tahun 2020.

Baca Juga :   Unit Bisnis Solusi dan Konsultasi Digital Sumbang 60% Laba Bersih Metrodata di Semester I-2022

Menghadapi tahun 2022, Ida mengatakan manajemen tetap optimistis dan berkomitmen melakukan analisa usaha yang komprehensif secara berkala untuk menetapkan strategi dalam mempertahankan pertumbuhan yang keberlanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics