Tak Ada Untuk Dividen, Seluruh Laba Bersih Krom Bank Indonesia Tbk Ditetapkan Sebagai Laba Ditahan

0
121

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) pada Selasa (20/5) memutuskan tak membagikan dividen.

Seluruh laba bersih yang diperoleh pada tahun buku 2024 yaitu sebesar Rp124 miliar digunakan untuk menambah saldo laba ditahan Perseroan (Retained Earning).  

“Keputusan untuk sepenuhnya mengalokasikan laba untuk menambah saldo ditahan akan memberikan ruang bagi pertumbuhan secara jangka panjang, terutama di tengah kondisi pasar keuangan yang menantang. Alokasi ini juga memberikan fleksibilitas untuk berinvestasi pada inovasi produk dan inisiatif baru, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan pendapatan,” kata Anton Hermawan, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, dikutip Rabu (21/5).

Pada 2024, Krom Bank mencatatkan perolehan pendapatan bunga bersih (audited) meningkat 125% year-on-year (Y-o-Y) menjadi Rp965 miliar pada 2024 dari Rp429 miliar pada 2023, seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan. 

Total aset Krom naik signifikan 83% Y-o-Y menjadi Rp6,65 triliun, serta ekspansi kredit yang naik 131% Y-o-Y menjadi Rp4,25 triliun pada 2024 dari Rp1,83 triliun pada 2023. 

Baca Juga :   Nusantara Infrastructure (META) Bagikan Dividen Rp45,56 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Simak Jadwal Pembayarannya

Dana Pihak Ketiga meningkat hampir sembilan kali lipat menjadi Rp3,16 triliun Y-oY pada 2024 dari Rp348 miliar pada 2023, didorong oleh pertumbuhan pada simpanan berbasis tabungan dan deposito.

Kinerja positif sepanjang 2024 berlanjut ke tiga bulan pertama 2025 ini. Dalam paparan publik, Krom Bank mengungkapkan pencapaian positif per 31 Maret 2025 pada beberapa indikator keuangan, termasuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat tumbuh 44,7% secara Year-to-Date (YTD), mencapai Rp4,6 triliun.

Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis di tengah ketatnya persaingan penghimpunan dana, tekanan likuiditas akibat tingginya cost of fund, serta dinamika makroekonomi yang terus berlanjut.

“Pertumbuhan DPK yang signifikan mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Krom Bank sebagai tempat menyimpan dan mengembangkan dana. Capaian ini juga didorong oleh produk deposito kami yang menawarkan imbal hasil hingga 8,75% per tahun, memberikan kepastian dan nilai tambah di tengah gejolak pasar. Di saat yang sama, komitmen kami menjaga fundamental bisnis tetap kuat melalui strategi yang prudent namun ekspansif, juga berhasil mendorong kinerja positif di berbagai indikator,” jelas Anton.

Baca Juga :   IMC Pelita Logistik akan Bagikan Dividen Tunai Rp251 Miliar

Pada sisi intermediasi, Krom Bank juga mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 17,7% secara Year-to-Date (YTD). Di tengah ekspansi kredit tersebut, Krom Bank berhasil menjaga rasio non-performing loan (NPL) gross tetap rendah, yakni 2,82%, dengan loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 109,34%. Hal ini menunjukkan bahwa Krom Bank berhasil meningkatkan penyaluran kredit secara sehat, dengan pengelolaan risiko terkontrol sembari menjaga kondisi likuiditas yang memadai.

Anton mengatakan untuk menjaga keberlanjutan kinerja positif, Krom Bank akan fokus menjaga daya saing suku bunga deposito dan tabungan, mengelola cost of fund secara efisien, memperkuat likuiditas, serta mendorong penyaluran kredit secara ketat dan prudent. Di saat yang sama, Krom Bank konsisten berinovasi melalui pengembangan fitur dan layanan berbasis teknologi, agar tetap relevan dengan kebutuhan dan preferensi nasabah yang terus berkembang.

“Kami meyakini bahwa perbankan digital masih memiliki ruang bertumbuh yang menjanjikan. Langkah-langkah ini memungkinkan kami untuk memperkuat posisi Krom Bank di pasar dan memastikan pertumbuhan portofolio perseroan yang sehat,” pungkas Anton

Leave a reply

Iconomics