Arah Bisnis Triniti Land setelah Masuknya Keponakan Presiden Prabowo sebagai Pemegang Saham

0
272

Emiten properti PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) kini memiliki pemegang saham baru. Dia tak lain adalah Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, putri Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, sekaligus keponakan Presiden.

Masuknya Rahayu Saraswati dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pada 2 Desember 2025. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan pada 4 Desember 2025, manajemen TRIN menyampaikan bahwa dalam perjanjian kerja sama, Rahayu masuk ke TRIN dengan melakukan pengalihan saham pemegang saham utama Perseroan, yakni PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III).

Pada tahap awal, jumlah saham yang dialihkan sampai dengan 5% dan opsi selanjutnya sampai dengan 20%. Nilai per lembar saham akan ditentukan pada saat transaksi.

Atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 9 Desember 2025 manajemen TRIN menegaskan bahwa sesuai keterbukaan informasi 4 Desember 2025, pada tahap awal Perseroan akan melakukan pengalihan saham sebesar 5% kepada Rahayu Saraswati atau perusahaan khusus (vehicle) yang akan digunakannya.

Sementara itu, rencana penambahan kepemilikan hingga maksimal 20% akan dilakukan sesuai mekanisme dan jangka waktu yang diatur dalam perjanjian kerja sama. Perseroan menyatakan akan menyampaikan setiap perkembangan transaksi tersebut kepada publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menjawab pertanyaan Bursa terkait proforma kepemilikan saham, manajemen menyampaikan bahwa setelah selesainya pengalihan saham tahap awal, struktur pemegang saham Perseroan akan mencerminkan perubahan kepemilikan sebesar 5%. Adapun komposisi pemegang saham lainnya pada prinsipnya tetap mengikuti struktur kepemilikan yang berlaku saat ini dan tidak mengubah pengendalian Perseroan.

Baca Juga :   Rahayu Djojohadikusumo: Pelebaran Sayap Bisnis TRINLAND untuk Ciptakan Impact Jangka Panjang

“Susunan lengkap pemegang saham akan disampaikan Perseroan apabila proses pengalihan saham telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Ishak Chandra, Direktur Utama TRIN.

Terkait harga transaksi, manajemen menyebutkan bahwa referensi harga yang digunakan adalah harga rata-rata saham TRIN pada periode 1 Oktober hingga 24 Oktober 2025. Namun demikian, kepastian harga masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan setelah proses pengalihan saham tersebut terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku.

Perseroan juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perubahan pengendalian. Pengendali TRIN tetap berada pada pemegang saham utama, yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III). Dengan demikian, transaksi pengalihan saham kepada Rahayu Saraswati tidak mengubah struktur pengendalian Perseroan.

Rencana Bisnis 

Masuknya Rahayu Saraswati sekaligus memberi sinyal arah pengembangan bisnis Triniti Land ke depan. Dalam penjelasan kepada Bursa, manajemen menyebut fokus pengembangan Perseroan akan diarahkan pada penguatan visi bisnis serta optimalisasi potensi tim internal bersama Rahayu sebagai mitra strategis.

Arah pengembangan bisnis ke depan difokuskan pada percepatan pelaksanaan proyek-proyek yang sedang maupun akan dikembangkan, serta fokus pada pengembangan segmen rumah tapak, logistik park, dan data center. 

Baca Juga :   Fraksi Gerindra Nonaktifkan Keponakan Prabowo dari DPR

“Perseroan juga berkomitmen untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan (sustainable), dan memberikan nilai tambah bagi generasi mendatang, sehingga mampu membangun masa depan yang lebih baik melalui inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan,” jelas Ishak.

Manajemen juga menegaskan bahwa masuknya Rahayu Saraswati tidak menjadikan TRIN berada dalam satu grup perusahaan dengan perusahaan tercatat lain yang dikendalikan keluarga Djojohadikusumo, termasuk PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).

Tetapi, jelas manajemen, Perseroan akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan dibawah Rahayu Saraswati dan keluarga Djojohadikusumo di kemudian hari. 

“Kerja sama yang dilakukan antara Ibu Rahayu dan Perseroan bersifat investasi dan kemitraan strategis, sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun mengakibatkan penggabungan grup usaha secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Djojohadikusumo,” jelas Ishak.

Bukan yang pertama

Dalam catatan Theiconomics.com, ini bukan aksi korporasi pertama terhadap emiten di Bursa Efek Indonesia yang dilakukan keluarga dekat Prabowo. Baru-baru ini, Hashim Djojohadikusumo masuk ke industri aset kripto dengan mengakuisisi saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Akuisisi dilakukan oleh PT Arsari Nusa Investama yang merupakan bagian dari Arsari Group.

Baca Juga :   Dua Emiten Baru Melantai di Bursa

Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa keputusan investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia. Terlebih lagi, Arsari Group memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada awal 2025 ini, Hashim Djojohadikusumo resmi menjadi pemegang saham baru di PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI).

Selain Hashim, dua pengusaha nasional turut menjadi pemegang saham baru di perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi itu.

Ketiganya tidak secara langsung mengepit saham WIFI, tetapi dilakukan melalui entitas induk Perseroan.

Hashim masuk ke WIFI melalui perusahaannya PT Arsari Sentra Data. Pada 23 Desember 2024, PT Arsari Sentra Data membeli 45% saham milik Tinawati di PT Investasi Sukses Bersama (SIB).

SIB merupakan pemilik 50,11% saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau Surge (WIFI).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics