Integrasi Bisnis BUMN Pangan, RNI Benahi Infrastruktur Penunjang

0
569

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) terus melakukan berbagai persiapan di tengah integrasi bisnis BUMN Pangan yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian BUMN.

Direktur SDM RNI J. Nanang Marjianto mengatakan berbagai persiapan dan pembenahan untuk memperkuat integrasi bisnis pangan terus dilakukan baik di sisi internal maupun eksternal. Salah satunya adalah benchmarking dan belajar kepada tokoh-tokoh yang sukses melakukan transformasi diberbagai bidang.

Nanang mengungkapkan transformasi RNI salah satunya dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antar BUMN Kluster Pangan guna mewujudkan mata rantai pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, RNI terus membenahi infrastruktur penunjang dari mulai budaya organisasi, tata kelola perusahaan, hingga kompetensi SDM. Harapannya sebagai Ketua Kluster, RNI memiliki agility yang baik dalam mengkoordinasi serta mendorong berbagai sinergi dan aksi korporasi di lingkup Kluster Pangan.

Adapun Ignasius Jonan yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk melihat Kluster BUMN Pangan merupakan kluster yang sangat kompleks karena memiliki regulator serta stakeholder yang sangat beragam. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, sehingga RNI sebagai Ketua BUMN Kluster Pangan harus memiliki daya tahan perusahaan yang kuat.

Baca Juga :   Karena Corona, Transaksi Elektronik dan Pengguna MCM Mandiri Meningkat

Saat ini, RNI bersama 8 BUMN Kluster Pangan tengah menjalankan beberapa program peningkatan produktivitas komoditas pangan. Salah satunya adalah Food Estate Sukamadi 1.000 ha di Subang. Program ini merupakan pilot project pengelolaan lahan pertanian berbasis teknologi Precision Farming yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi pendataan serta efisiensi dan Corporate Farming untuk mendorong kesejahteraan petani mitra melalui integrasi proses hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran). Dalam kolaborasi ini RNI yang bertindak sebagai avalist berbagi peran dengan PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pupuk Kujang yang berperan mengawal proses kemitraan dan produksi on farm, serta PT Pertani (Persero) yang berperan sebagai avalist serta mengawal proses giling hingga pengemasan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics