Menpar Beberkan 5 Strategi Mitigasi Pariwisata Indonesia Menghadapi Dinamika Geopolitik Global

0
36

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi mempengaruhi konektivitas dan mobilitas wisatawan internasional.

Menpar menjelaskan situasi geopolitik global mulai berdampak pada operasional maskapai penerbangan, termasuk penyesuaian rute penerbangan jarak jauh serta kenaikan biaya perjalanan akibat lonjakan harga bahan bakar.

Kawasan Timur Tengah selama ini menjadi salah satu hub strategis bagi perjalanan wisatawan dari Eropa dan Amerika menuju Indonesia. Kondisi geopolitik yang berkembang di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi arus perjalanan internasional menuju Indonesia.

Pemerintah memperkirakan potensi dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan mancanegara dapat mencapai sekitar 4.700 hingga 5.500 orang per hari. Jika kondisi tersebut berlanjut, potensi kehilangan devisa diperkirakan berkisar antara Rp157,9 miliar hingga Rp184,8 miliar per hari.

“Pariwisata Indonesia sebenarnya sedang berada pada momentum yang sangat baik. Pada tahun 2025 kami mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan capaian devisa sebesar US$18,27 miliar. Meski pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika hanya menyumbang 21,7% dari total kunjungan, kontribusi devisanya mencapai 34,7% karena mereka merupakan wisatawan dengan tingkat pengeluaran yang tinggi,” kata Menteri Pariwisata.

Baca Juga :   Cek Strategi Luna Maya Ketika Memproduksi Sebuah Konten Video

Kementerian Pariwisata menyiapkan lima strategi mitigasi utama. Pertama, melakukan diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi pada pasar jarak pendek dan menengah yang memiliki konektivitas penerbangan relatif stabil, seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India.

Kedua, mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat tetap menjaring wisatawan dari pasar Eropa, terutama menjelang musim libur musim semi dan musim panas.

Ketiga, penguatan promosi digital berbasis data untuk menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan efektivitas kampanye pariwisata Indonesia di berbagai pasar potensial.

Keempat, memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dengan mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri. Upaya ini menjadi semakin relevan terutama menjelang momentum libur Lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Kelima, mendorong penyelenggaraan berbagai event pariwisata di wilayah perbatasan untuk menjaga dinamika ekonomi pariwisata di berbagai daerah. Wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura yang berkunjung ke wilayah Kepulauan Riau, misalnya, memiliki kecenderungan untuk melakukan kunjungan berulang.

Baca Juga :   Dengan Pancasila dan UUD 1945, Presiden Prabowo Optimistis Hadapi Situasi Ekonomi Global

“Karena itu peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal antara lain dengan menawarkan paket wisata golf, wisata belanja, wellness, dan berbagai pengalaman wisata lainnya,” kata Menteri Pariwisata.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Menteri Pariwisata juga menyampaikan adanya perkembangan positif dari pasar Asia Timur. Sejumlah maskapai seperti China Airlines, Spring Airlines, dan China Southern dilaporkan akan menambah frekuensi penerbangan serta membuka rute baru menuju Jakarta dan Bali mulai Mei 2026.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics