Pertamina Geothermal Energy Beberkan Proyek yang Dikembangkan Sepanjang 18 Tahun Terakhir
PLTP Area Kamojang milik Pertamina Geothermal Energy/Dok. PGE
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang baru-baru ini berusia 18 tahun menyebut telah berhasil mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang sebesar 1.887,5 MW.
PGE menyebut salah satu proyek terbaru yang akan rampung adalah pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 MW. Perseroan menyebut pembangkit ini berpotensi mengurangi emisi sebesar 581.784 ton CO2eq per tahun.
“Kami bangga selama hampir dua dekade ini menjadi bagian dari pengembangan energi hijau di Indonesia dan memimpin di industri panas bumi. Dengan membawa paradigma baru yang fokus pada inovasi, diversifikasi bisnis, dan kolaborasi strategis untuk penguatan kapasitas lokal dalam pengembangan energi panas bumi, PGE berkomitmen menjadi motor penggerak yang membawa Indonesia dalam transisi menuju energi bersih,” kata Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam keterangannya.
PGE berencana untuk memperluas jangkauan proyek-proyek energi terbarukan dan meningkatkan kapasitas terpasang hingga 1,5 GW dalam lima tahun ke depan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target bauran energi terbarukan nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain pengembangan proyek, manajemen perusahaan juga berkolaborasi dengan beberapa tokoh masyarakat di bidang lingkungan dalam kegiatan Direksi Mengajar yang mengusung tema “Green Energy to Elevate Green Future” untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan sumber daya energi yang berkelanjutan.
Julfi juga menegaskan PGE siap menghadapi tantangan masa depan dan terus berinovasi untuk menciptakan solusi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. PGE percaya bahwa melalui kolaborasi dan inovasi, masa depan energi hijau yang berkelanjutan dapat terwujud, membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.