XL Axiata dan Smartfren Merger, Apa Untungnya Bagi Pelanggan?
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys diwawancara media di kantor Smartfren, Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (20/12)/Foto:Theiconomics.com
Merger antara PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) yang diumumkan pada 11 Desember lalu akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang akan jauh lebih kuat. Apa untungnya bagi pelanggan?
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan, bagi pelanggan merger ini akan meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik karena cakupan jaringan yang lebih luas.
“Kecepatan internet kita yakini akan jauh lebih baik karena kita mempunyai peluang untuk mengimplementasikan 5G, karena spektrum kita akan lebih lebar,” ujar Merza dalam acara paparan publik di kantor Smartfren, Jakarta Pusat, Jumat (20/12).
Tak hanya itu, dengan merger ini, kata Merza, pelanggan akan mempunyai kesempatan memilih produk yang lebih beragam karena kombinasi produk antara Smartfren dan XL Axiata.
“Dan semua brand kita sepakat untuk dipertahankan pada saat awal kita bergabung nanti. XL mempunyai dua brand dan Smarfren mempunyai satu brand. Ini semua akan menjadi pilihan yang lebih bervariasi bagi pelanggan,” ujar Merza.
Dalam aksi koporasi ini, PT XL Axiata sebagai Surviving Entity. Perusahaan hasil merger akan bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart). Komposisi pemegang saham perusahaan hasil merger adalah Axiata dan Sinarmas masing-masing sebesar 34,8% dan masyarakat 30,4%.
“Saham FREN akan dikonversi menjadi saham XL (EXCL) dan produk Smartfren akan tetap tersedia, akan terus dipertahankan sebagai salah satu produk brand di dalam XL Smart nantinya,” ujarnya.
Merza mengatakan, pasca merger, perusahaan akan meluncurkan beragam produk dan layanan, terutama bagi UMKM dan enterprise.
Perusahaan hasil merger ini juga diharapkan menjadi perusahaan seluler atau telko besar yang menjadi pemain nomor tiga di Indonesia.
“Kalau kita lihat pada angka triwulan III tahun ini, maka perusahaan ini kira-kira akan mempunyai pelanggan 94,5 juta pelanggan dengan revenue kira-kira Rp45,4 triliu, EBITDA Rp22,4 triliun atau EBITDA margin sekitar 49,4%,” ujarnya.
“Inilah yang membuat kedua belah pihak, pemegang saham, mempunyai antusiasme dengan bercita-cita akan menjadi sebuah perusahaan telko besar atau nomor tiga di Indonesia,” tambahnya.
Dengan menjadi perusahaan yang lebih besar, Merza mengatakan, XL Smart akan menghasilkan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pemegang saham, pelanggan serta karyawan.
“Bagi pemilik saham, XL Smart akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang akan jauh lebih kuat,” ujarnya.
“Kita yakini bahwa perusahaan ini akan mempunyai daya tumbuh yang lebih kuat karena sudah mempunyai basis pelanggan yang jauh lebih besar, mendekati 100 juta pelanggan,” ujarnya.
XL Smart juga akan memiliki segmen bisnis yang lengkap. Tidak hanya seluler, tetapi juga segmen di mobile, fixed dan juga enterprise.
Jadi lemot jaringannya