Gapki: Nilai Ekspor Produk Sawit Periode Januari-April Naik 30%
Buah kelapa sawit/Antara
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyampaikan produksi crude palm oil (CPO) bulan April 2025 naik karena faktor musiman sebesar 2% menjadi 4.479 ribu ton dari 4.391 ribu ton di bulan sebelumnya. Demikian juga dengan produksi palm kernel oil (PKO) naik menjadi 425 ribu ton dari 417 ribu ton.
Dengan demikian, produksi CPO dan PKO tahun 2025 mencapai 18.039 ribu ton atau sekitar 0,85% lebih tinggi dari produksi tahun 2024 sebesar 17.887 ribu ton.
Gapki juga menyampaikan total konsumsi dalam negeri mengalami penurunan, dari 2.168 ribu ton pada bulan Maret menjadi 2.100 ribu ton pada bulan April. Konsumsi untuk pangan pada bulan April turun menjadi 871 ribu ton atau turun sebesar 2,02% dari bulan sebelumnya yakni sebesar 889 ribu ton. Adapun konsumsi oleokimia naik menjadi 183 ribu ton atau sebesar 0,32% dari bulan sebelumnya sebesar 182 ribu ton. Penurunan juga terjadi pada konsumsi biodiesel yakni menjadi 1.046 ribu ton atau turun sebesar 4,58% dari bulan sebelumnya sebesar 1.097 ribu ton.
Total ekspor produk sawit pada bulan April turun menjadi 1.779 ribu ton atau turun 39,2% dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 2.876 ribu ton. Penurunan ekspor terbesar terjadi pada produk minyak sawit olahan yang turun menjadi 1.241 ribu ton dari 2.128 ribu ton pada bulan Maret (-41,7%). Ekspor oleokimia juga mengalami penurunan menjadi 368 ribu ton dari 407 ribu ton pada bulan Maret atau turun 9,6%.
Berdasarkan negara tujuan ekspornya, secara nominal penurunan ekspor yang besar pada bulan April dibandingkan bulan Maret terjadi untuk tujuan EU turun 156 ribu ton, India turun 155 ribu ton, Amerika Serikat turun 113 ribu ton, Pakistan turun 109 ribu ton, dan Bangladesh turun 86 ribu ton.
Secara YoY sampai dengan bulan April, ekspor mengalami penurunan dari 9.715 ribu ton pada tahun 2024 menjadi 9.416 ribu ton pada tahun 2025 atau turun 3,08%. Penurunan terbesar terjadi untuk tujuan India sebanyak 1.055 ribu ton atau turun 68%. Kemudian Uni Eropa turun sebanyak 818 ribu ton atau turun 62%, China turun sebanyak 746 ribu ton atau turun 62%, dan Pakistan turun 385 ribu ton atau 42%.
Gapki menyampaikan nilai ekspor produk sawit bulan April mengalami penurunan dari US$3,283 milliar pada bulan Maret menjadi US$ 2,069 milliar atau turun sebesar 37,0%. Namun, nilai ekspor Januari-April mengalami kenaikan dari US$8,307 milliar pada 2024 naik menjadi US$10,818 milliar pada tahun 2025 atau naik sekitar 30,2%. Kenaikan ini disebabkan harga rata-rata produk CPO meningkat pada bulan Januari-April tahun 2025 yakni sebesar US$1.183/ton Cif Rotterdam, dimana harga tersebut lebih tinggi dari rata-rata Januari-April tahun 2024 sebesar US$1.001/ton Cif Rotterdam.