Produk UKM yang Diserap di Pasar Ekspor
Presiden RI Joko Widodo melepas ekspor produk Indonesia ke pasar global secara serentak di 16 provinsi di seluruh Indonesia secara virtual dari Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Jumat (4 Des). Pelepasan ekspor ini terpusat di Lamongan, Jawa Timur, yang dikoordinir oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto/Dok. Kemendag
Ada 11 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang minggu lalu mengekspor dengan produk hasil diversifikasi. Kegiatan pelepasan ekspor oleh Presiden Joko Widodo minggu lalu dilakukan secara serentak di Lamongan, Jawa Timur; Boyolali, Jawa Tengah; Sunter, DKI Jakarta, dan sejumlah kota lain yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, diversifikasi produk adalah salah satu strategi tepat dalam memasuki pasar internasional dan juga untuk tetap bertahan di masa pandemi ini.
Total nilai ekspor produk diversifikasi dari 11 perusahaan UKM tersebut tercatat sebesar US$1,16 juta atau setara Rp16,82 miliar. Negara tujuan ekspornya adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Prancis, Jerman, Italia, Denmark, Belgia, Korea Selatan, Belanda, Spanyol, dan Portugal.
Kesebelas UKM yang melakukan ekspor produk diversifikasi dalam kegiatan ini, di antaranya PT
Panorama Laut Indah dari Nusa Tenggara Barat untuk produk tepung karagenan rumput laut. CV Nagam Rattan dari Jawa Barat untuk produk pot bunga rotan knock down.
CV Cipta Abadi dari Jawa Barat untuk produk stools bareceng gondok dan pelepah pisang. PT Indah Desain Indonesia dari Jawa Tengah untuk produk teak wood luar ruangan. CV JAMF dari Jawa Tengah untuk produk furnitur dari resin dan limbah.
CV Rayung Pelangi dari Jawa Tengah untuk produk sapu rayung. CV Maharani Kendang Jimbe dari Jawa Timur untuk produk kendang. CV Palem Craft dari Yogyakarta untuk produk cermin dari daun abaca, Jaroe Design dari Yogyakarta untuk produk kursi dari limbah kayu. PT Garuda Sinar Perkasa dari Kalimantan Timur untuk produk minyak jelanta.