Di Ajang Danantara Housing Expo 2026, SIG Kenalkan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah Lebih Cepat

SIG memperkirakan penggunaan BIP dapat memangkas waktu pembangunan rumah hingga sekitar setengah dari metode konvensional.
0
21

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan Bata Interlock Presisi (BIP) sebagai inovasi material konstruksi untuk mempercepat pembangunan rumah sekaligus mendukung ketahanan struktur bangunan. Inovasi dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100% tersebut diperkenalkan SIG dalam Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang pada 27–30 Agustus 2026.

SIG menghadirkan model rumah tapak yang dibangun menggunakan BIP di area pameran. Material tersebut memiliki sistem pin/lock pada bagian samping dan atas sehingga setiap bata dapat saling mengunci. Mekanisme pemasangannya menyerupai penyusunan balok lego, sehingga proses pembangunan dapat dilakukan secara lebih presisi dan sederhana dibandingkan metode konvensional.

“Bata Interlock Presisi kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi yang cepat, efisien, sekaligus memiliki ketahanan struktur yang baik. Dengan sistem interlocking, proses pembangunan rumah menjadi lebih sederhana dan presisi karena bata tinggal disusun dan dikunci sesuai desain,” kata Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan saat gelaran Danantara Housing Expo di NICE, PIK 2.

Baca Juga :   Semen Indonesia Optimistis Prospek Industri Nasional Positif

SIG memperkirakan penggunaan BIP dapat memangkas waktu pembangunan rumah hingga sekitar setengah dari metode konvensional. Untuk rumah tipe 36, pembangunan dengan BIP diperkirakan dapat diselesaikan dalam 21–30 hari. Efisiensi waktu tersebut juga berpotensi mengurangi biaya tenaga kerja.

Berdasarkan perhitungan SIG, biaya pembangunan rumah tipe 36 menggunakan BIP dapat ditekan hingga sekitar 30% dibandingkan metode konvensional.

Selain kecepatan pemasangan, presisi menjadi salah satu karakteristik utama BIP. Bata ini memiliki dimensi 25 cm × 12,5 cm × 10 cm dengan pengendalian toleransi hingga 1 milimeter.

Dengan ukuran yang terjaga, proses penyusunan bata menjadi lebih mudah dan menghasilkan permukaan dinding yang lebih rapi. BIP juga dapat digunakan untuk kebutuhan dinding ekspos maupun non-ekspos yang kemudian dilapisi material finishing.

“Presisi menjadi bagian penting dari teknologi ini. Ketika ukuran dan sudut setiap bata terjaga, proses pemasangan menjadi lebih cepat dan hasil dinding lebih rapi. Jadi, efisiensi tidak hanya terjadi pada waktu pembangunan, tetapi juga pada kualitas hasil akhirnya,” tambahnya.

Baca Juga :   Semen Indonesia Bikin Perusahaan Patungan dengan 6 BUMDes di Rembang, Jateng

Diklaim Mendukung Rumah Tahan Gempa

Teknologi BIP juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa. Sistem interlocking pada bata dirancang untuk memperkuat kait antarbata. Elemen tertentu pada sistem tersebut juga dapat difungsikan sebagai ring balok dan kolom praktis dengan penggunaan tulangan dan mortar setiap 80–120 cm.

SIG menyebut BIP mampu menahan tekanan hingga minimal 70 kg/cm². Perusahaan juga menyatakan produk tersebut telah melalui Uji Siklik Dinding Bata Interlock dan Modular 2D dari PUSKIM sesuai SNI 1726-2012 untuk Rumah PIB.

Selain itu, BIP disebut telah memperoleh sertifikat Kliring Teknologi Rumah Bata Interlock dari Ditjen Cipta Karya PUPR serta mendapatkan persetujuan Kementerian PUPR dan BNPB untuk rumah tahan gempa.

“Dalam konteks daerah rawan gempa maupun pemulihan pascabencana, kecepatan membangun rumah menjadi sangat penting. Teknologi seperti BIP dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penyediaan hunian dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketahanan bangunan,” kata Dicky.

Pengenalan BIP dalam Danantara Housing Expo 2026 menjadi bagian dari upaya SIG memperkenalkan teknologi material konstruksi yang dapat mendukung pembangunan hunian secara lebih cepat dan efisien. Inovasi tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan rumah yang memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan terhadap bencana.

Baca Juga :   4 Sektor BUMN Ini Tetap Bertahan Sejak Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

Danantara Housing Expo 2026 sendiri mempertemukan berbagai pelaku dalam ekosistem perumahan, mulai dari pengembang, penyedia pembiayaan, hingga industri pendukung, untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics