Anak Usaha PTPN I Tak Hanya Seriusi Edamame dan Okra, Garap Juga Kentang Manis dan Buncis
Produk edamame Mitra Tani Dua Puluh Tujuh, anak usaha PTPN I/Dok.
PT Mitra Tani Dua Tujuh (MTDT), anak usaha PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mengembangkan tanaman edamame (kedelai Jepang) dan okra (timun Jepang) sebagai bagian dari strategi diversifikasi komoditas unggulan Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group).
“Sesuai misi dan visi PTPN I sebagai Supporting Co yang mendapat mandat PTPN Holding mengelola rupa-rupa komoditas, kami terus mencari peluang untuk menemukan profit centre baru. Edamame dan okra ini sangat prospektif karena 80% produksinya sudah terserap pasar ekspor, terutama ke Jepang. Kami optimistis dapat terus mengembangkannya,” kata Supervisor PT Mitra Tani Dua Tujuh (MTDT) Wilayah Barat, Agus Subagio dalam keterangannya.
PT MTDT mengelola lahan seluas 450 hektare sejak tahun 2020 untuk menanam edamame dan okra, yang dibagi ke dalam tiga siklus tanam.
Dengan siklus budidaya yang relatif singkat, yakni sekitar empat bulan dari tanam hingga panen, edamame dan okra dinilai memiliki prospek berkelanjutan.
Perusahaan menyebut dari total produksi, sekitar 80% diekspor ke Jepang, Eropa, Australia, dan negara lainnya, sementara sebagian tersedia di pasar domestik dalam bentuk produk frozen di beberapa pasar moderen.
Agus menjelaskan bahwa untuk menembus pasar ekspor, pihaknya menerapkan standar mutu pangan global yang sangat ketat, mulai dari proses budidaya di lapangan hingga pengemasan produk.
Berdasarkan data produksi, ekspor edamame dan okra PT MTDT dalam bentuk frozen mencapai 8.437 ton pada 2020, 8.033 ton pada 2021, 8.294 ton pada 2022, dan 7.569 ton pada 2023.
Selain edamame dan okra, perusahaan juga melakukan uji coba tanaman kentang manis dan buncis (ingen) sebagai bagian dari pencarian peluang usaha baru yang lebih prospektif.