Prospek Program Dana Santunan Kesehatan Pensiun yang Baru Diluncurkan PertaLife

0
78

Program Dana Santunan Kesehatan Pensiunan (DSKP) yang baru diluncurkan PT Perta Life Insurance melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menjadi terobosan baru dalam upaya memperkuat perlindungan kesejahteraan bagi para pensiunan. 

Program ini disebut memiliki prospek besar, baik di lingkungan Pertamina Group maupun perusahaan non-afiliasi, karena menawarkan skema pembiayaan kesehatan yang lebih sustainable dan terukur dibanding program dana pensiun konvensional.

Deny Kuriniawan, Pengurus DPLK PertaLife menjelaskan, DSKP lahir melalui proses panjang dan ketat sejak diajukannya penambahan produk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai POJK No. 27 tahun 2023.  Izin baru diperoleh pada September 2025 setelah OJK menilai kesiapan infrastruktur, tata kelola, dan potensi bisnis program.

“Prosesnya panjang karena OJK juga perlu memastikan kesiapan infrastruktur DPLK, sementara kami di sisi lain harus meyakinkan OJK bahwa seluruh mekanisme yang kami ajukan sudah sesuai dengan guidance mereka,” ujarnya saat peluncuran produk di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Pada tahap awal, DPLK PertaLife menargetkan dana kelolaan DSKP mencapai Rp200–250 miliar hingga akhir tahun ini. Target itu optimis tercapai sebab antusiasme besar datang dari beberapa entitas di Pertamina Group seperti Pertamina Hulu Energi, Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PT. PDSI). Ketiga anak usaha Pertamina ini bahkan sudah mengajukan permintaan sebelum produk itu resmi diluncurkan.

Baca Juga :   OJK Dukung Rencana Tugu Insurance Akuisisi PertaLife

Menariknya, DSKP tidak hanya menyasar captive market, yaitu  Pertamina Group, tetapi juga membuka ruang bagi sektor lain, terutama industri migas dan energi. Apalagi, saat ini, baru ada dua penyelenggara program serupa di Indonesia, sehingga peluang pasar masih sangat besar.

“Kami optimistis bisa mengejar target hingga akhir tahun, dan tahun depan kami akan ekspansi ke lebih banyak entitas di luar Pertamina Group,” kata Deny.

Per September 2025, aset dana kelolaan DPLK PertaLife mencapai Rp6,4 triliun, tumbuh 8 persen dibadingkan Desember 2024. Pertumbuhan ini, kata Deny, lebih tinggi dari rata-rata industri sebesar 3,4 persen.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics