Setelah di Cibubur, Duet Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land Berlanjut di Bekasi
Gambar Living World Grand Wisata Bekasi. Peletakan batu pertama dilakukan Kamis (30/9/2021) dan ditargetkan beroperasi awal tahun 2024/Dok.Perusahaan.
Kedua, Alphonzus mengakui tren belanja daring (e-commerce) memang sedang berkembang pesat. Tetapi, pihaknya meyakini bahwa pusat perbelanjaan tetap dibutukan, tidak saja untuk berbelanja tetapi juga menjadi tempat untuk berinteraksi sosial.
“Kami tetap percaya bahwa pusat perbelanjaan akan tetap menjadi pilihan utama daripada konsumen karena cusotmer saat ini memerlukan pengalaman di dalam berbelanja. Masyarakat tidak bisa melakukan online terus menerus karena seperti kita ketahui manusia itu adalah mahluk sosial yang pada dasarnya punya naluri atau insting untuk berinteraksi secara langsung,” ujarnya.
Proyek Living World Grand Wisata Bekasi ini diperkirakan akan beroperasi pada awal tahun 2024. Alphonzus mengatakan saat itu, diharapkan kondisi ekonomi dan masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan sekarang.
Dengan positioning sebagai Home Living, Lifestyle & Eat-ertainment Mall, Living World Grand Wisata akan menghadirkan lebih dari 328 toko dengan kekuatan diferensiasi anchor tenant berkonsep Flagship Home Living, Home Improvement & Lifestyle seperti Ace, Informa, dan lainnya.
Selain itu, keunikan arsitektur bernuansa alam yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe & entertainment dalam balutan konsep mall yang eco-friendly akan menjadi trendsetter baru di shopping center.
Memiliki gross floor area lebih dari 155.000 meter persegi, dengan commercial area lebih dari 58.000 meter persegi, Living World Grand Wisata akan menjadi mall berkonsep Home Living & Eat-ertainment terbesar dan terlengkap di suburb area timur Jakarta dan Bekasi.
Living World Grand Wisata mendukung pencapaian target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dari baseline 2030 dengan menerapkan konsep berkelanjutan pada pembangunannya. Melalui energy efficient architecture, gedung mall ini menggunakan sistem AC efisiensi tinggi dalam penggunaan listrik sehingga berpotensi menghemat energi hingga 25%, menggunakan lampu LED yang hemat energi hingga 60%, serta memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan alami dengan membuat skylight dari jendela berbahan kaca double glazing. Penggunaan kaca ini juga dapat membatasi panas matahari masuk ke ruangan sehingga dapat menambah penghematan listrik pada penggunaan AC.
Dalam operasionalnya nanti, Living World Grand Wisata juga akan menerapkan konsep water conservation melalui zero waste water system dengan mengelola kembali limbah air kotor, dimana penghematan penggunaan air ini dalam setahun setara dengan 50 kali isi kolam renang olympic size. Penggunaan air daur ulang ini dimanfaatkan untuk recycling kebutuhan AC, termasuk menyiram tanaman di area green park Living World Grand Wisata seluas 2.000 meter persegi.
Halaman Berikutnya