Cak Imin: Jaminan Sosial Berperan Penting Lindungi Kesejahteraan Seluruh Rakyat
Tangkapan layar, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar/Iconomics
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar menyebut, jaminan sosial berperan penting untuk melindungi kesejahteraan seluruh masyarakat termasuk pekerja migran Indonesia (PMI). Sesuai Undang-Undang (UU) Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU BPJS tahun 2011, lembaga sistem jaminan sosial wajib melayani warga negara Indonesia termasuk PMI.
Di samping itu, kata Cak Imin panggilan akrabnya, jaminan sosial juga merupakan aset dan investasi, bukan sebagai beban negara. Pemerintah Indonesia melihat jaminan sosial sebagai investasi masa kini dan masa depan.
“Karena ekonomi, perkembangan pasar memerlukan jaminan sosial, karena ekonomi yang berdaya saing memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan terlindungi dengan jaminan sosial yang mewadahi,” kata Cak Imin dalam sambutannya secara virtual di acara media briefing DJSN, Selasa (28/6).
Cak Imin menuturkan, jaminan sosial berperan untuk menjamin masa depan yang lebih baik, adil, untuk seluruh masyarakat Indonesia. Jaminan sosial, disebut mampu menjadi pendongkrak terwujudnya Indonesia maju pada 2045 kelak.
Karena itu, kata Cak Imin, jaminan sosial harus bersifat luas, dan masyarakat terutama yang belum terlayani jaminan sosial, dapat mengaksesnya lebih mudah. Apabila masih terdapat masyarakat yang belum tercakup dalam jaminan sosial, maka Indonesia sulit untuk keluar dari jebakan middle income trap.
Bila Indonesia tidak keluar dari situasi tersebut, kata Cak Imin, Indonesia akan sulit menjadi negara maju. Seperti negara-negara tetangga yang melindungi warganya dengan jaminan sosial, Indonesia harus mengambil langkah tersebut untuk mewujudkan target-target di masa mendatang.
“Jalur pertama adalah industrialisasi dan pembangunan sumber daya manusia. Jepang menjadi contoh yang nyata dan patut dilihat. Juga jalur yang kedua adalah industri dan jaminan sosial. Hal ini bisa dilakukan oleh Korea Selatan dan Taiwan, sehingga maju hingga dekade 80-an,” ujar Cak Imin.
Masih kata Cak Imin, jaminan sosial yang luas dan mudah diakses akan memperkuat legitimasi pada sistem layanan dan sistem demokrasi di Indonesia. Demokrasi yang substantif, di mana seluruh warga memiliki akses dan mendapatkan manfaat yang cepat serta memadai untuk kehidupan sehari-hari.
“Demokrasi yang bermakna dan bermanfaat adalah warga kita bisa memilih dengan berbagai layanan yang memadai. Jaminan sosial yang kita sediakan merupakan sistem yang sangat Islami yang memiliki prinsip gotong royong dan kebaikan bersama untuk semua warga,” katanya.