Pelita Air Siapkan 251.000 Kursi untuk Liburan Nataru 2026
Pelita Air siapkan extra flight untuk Nataru 2026/Dok. Pelita Air
Pelita Air menyediakan total kapasitas sebesar 251.000 kursi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Adapun jumlah kursi yang disediakan terdiri dari 248.000 kursi penerbangan reguler, dan 2.500 kursi untuk extra flight.
Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf mengatakan pihaknya memastikan seluruh kesiapan operasional sekaligus memantau implementasi kebijakan diskon tiket pesawat sesuai arahan pemerintah.
“Seluruh maskapai BUMN telah menerapkan penurunan tarif sesuai dengan keputusan yang ditetapkan, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transportasi dengan lebih terjangkau,” kata Aminuddin dalam keterangan resminya pada Jumat (26/12/2025).
Selain itu, Aminuddin mengatakan, pihaknya juga memastikan kesiapan seluruh moda transportasi dan infrastruktur BUMN dalam menghadapi musim libur Nataru.
“Kami mengecek langsung implementasi stimulus yang diberikan pemerintah. Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, layanan menjelang Natal dan Tahun Baru harus dipastikan terlaksana dengan baik, baik itu diskon tarif di moda transportasi udara, kereta api, maupun jalan tol,” ujar Aminuddin.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelita Air, Asa Perkasa mengatakan perusahaan telah menyiapkan kesiapan armada secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode liburan.
“Saat ini kami mengoperasikan 15 pesawat tipe Airbus A320 dengan kapasitas 180 tempat duduk, dan pada minggu ini armada ke-16 akan segera tiba untuk memperkuat operasional. Kami memastikan kapasitas ini mencukupi untuk mendukung kebutuhan tambahan penerbangan (extra flight) yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Asa.
Sebagai bagian dari sinergi BUMN, Asa menyebutkan, Pelita Air menjaga keterjangkauan harga tiket dengan melakukan sinergi bersama Pertamina. Dalam hal itu, Pertamina memberikan diskon harga avtur hingga 10% yang berlaku di 37 lokasi bandara.
Program itu, kata Asa, diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional maskapai selama periode Natru, dan memastikan layanan penerbangan tetap aman, nyaman, serta berkesinambungan bagi masyarakat.