Sudah 6 Bulan BI Rate Anteng di 4,75 Persen, BI: Masih Ada Ruang Penurunan

0
62

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 kembali memutuskan mempertahankan BI Rate pada level 4,75 persen. Demikian juga suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility, masing-masing tetap 3,75 persen dan 5,50 persen.

Suku bunga acuan berada pada posisi tersebut sejak September 2025.

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia mengatakan pada Kamis (19/2), ke depan bank sentral memandang masih ada ruang untuk memangkas BI Rate.

“Kami masih memandang ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka, dengan inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didorong,” kata Perry menjawab pertanyaan media.

Meski demikian, kata Perry, ketidakpastian global yang masih tinggi menjadi perhatian utama. Karena itu, arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. 

“Kami akan pantau terus, (apakah) ada kesempatan nanti kedepannya untuk merealisasikan ruang penurunan suku bunga,” ujar Perry.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari ini menilai perekonomian global pada 2026 cenderung melambat dengan ketidakpastian yang masih tinggi, sehingga memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan pertumbuhan yang meningkat pada akhir 2025 dan diprakirakan tetap kuat pada awal 2026, didukung konsumsi, investasi, serta stimulus kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia.

Baca Juga :   Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5%

Bank Indonesia memandang stabilitas eksternal tetap terjaga, tercermin dari Neraca Pembayaran Indonesia yang sehat dan cadangan devisa yang tinggi. Meski nilai tukar Rupiah sempat melemah akibat tekanan global, BI menilai Rupiah berada di bawah nilai fundamentalnya dan terus memperkuat langkah stabilisasi agar tetap terjaga dan cenderung menguat ke depan.

Inflasi nasional tetap terkendali dalam sasaran, sementara kebijakan moneter akomodatif terus ditempuh dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen serta memperkuat likuiditas dan transmisi kebijakan. Bank Indonesia juga terus mendorong pertumbuhan kredit, menjaga ketahanan perbankan, serta memastikan sistem pembayaran dan transaksi digital tetap stabil dan andal guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics