Pendapatan Bersih dan Laba Astra Agro Lestari Naik pada 2025, Ditopang Penjualan CPO dan Inti Sawit

0
64

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan peningkatan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan laba rugi konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp28,65 triliun, naik 31,3 persen dibandingkan Rp21,82 triliun pada 2024.

Sumber utama pendapatan bersih AALI masih berasal dari penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya yang mencapai Rp25,52 triliun pada 2025, meningkat dari Rp20,18 triliun pada 2024. Kontribusi ini setara dengan sekitar 89 persen dari total pendapatan bersih perseroan.

Selain itu, pendapatan dari inti sawit (palm kernel) dan produk turunannya juga menunjukkan kenaikan signifikan menjadi Rp3,12 triliun, dibandingkan Rp1,62 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan dari produk lainnya relatif stabil dan tidak material, masing-masing sebesar Rp10,92 miliar pada 2025 dan Rp11,36 miliar pada 2024.

Dari sisi pelanggan, sebagian besar pendapatan bersih masih berasal dari pihak ketiga, dengan kontribusi Rp23,02 triliun atau 80,34 persen dari total pendapatan bersih 2025. Salah satu pelanggan utama adalah Olam Global Agri Pte. Ltd., yang menyumbang lebih dari 10 persen pendapatan bersih. Sementara itu, transaksi dengan pihak berelasi, terutama penjualan barang jadi ke PT Kreasijaya Adhikarya dan Astra-KLK Pte. Ltd., mencapai Rp5,63 triliun, setara 19,66 persen dari total pendapatan bersih.

Baca Juga :   Tantangan Melintang, Ekspor Sawit Melenggang

Seiring meningkatnya pendapatan, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami kenaikan. Pada 2025, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp1,47 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,15 triliun pada 2024, atau tumbuh sekitar 28,3 persen secara tahunan

Peningkatan pendapatan bersih, khususnya dari penjualan CPO dan inti sawit, menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan laba AALI pada 2025, meskipun perseroan menghadapi kenaikan beban pokok pendapatan. Secara keseluruhan, kinerja tersebut mencerminkan perbaikan aktivitas operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics