Produksi Bioetanol Anak Usaha PTPN I Lampaui Kapasitas Terpasang, Siap Tambah Kapasitas

0
45

Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero), anak usaha PTPN I telah memproduksi 32 juta liter bioetanol pada tahun 2025. Angka ini mencatatkan expanded dua juta liter dari kapasitas terpasang pabrik yang hanya 30 juta liter.

“Di tengah urgensi global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi energi menuju keberlanjutan, kemandirian energi hijau kini menjadi agenda krusial bagi kedaulatan bangsa. PTPN I berkomitmen menjadi pionir dalam penyediaan bahan bakar nabati (BBN) melalui penguatan unit bisnis strategis di sektor biofuel. Enero adalah duta kami dengan memproduksi bioetanol kualitas tinggi,” kata Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas dalam keterangan resminya.

Teddy juga menegaskan kinerja brilian ini merupakan dukungan penuh korporasi terhadap implementasi program mandatori bioetanol yang dicanangkan pemerintah. Dengan produksi melampaui target dan kualitas melebihi ambang batas toleransi 99,2%, Enero memberi sinyal kuat untuk menerima tantangan dalam peningkatan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan nasional.

“Performa gemilang ini menumbuhkan optimisme kami, bahwa kinerja tahun 2026 ini akan lebih tinggi lagi. Bahkan, jika ada mandatory dari pemerintah, kami siap ekspansi ke kapasitas yang lebih besar lagi. Sebab, infrastruktur, teknis, dan operasional, PTPN I telah berada pada level kesiapan tertinggi untuk menjawab tantangan kemandirian energi masa depan,” kata Teddy.

Baca Juga :   Program Hilirisasi Kelapa: PTPN I akan Replanting 500 Hektare di Maluku

“Hingga saat ini, kontrak on hand kami telah mencapai 13,5 juta liter atau sekitar 50% dari target tahunan,” papar Teddy.

Direktur PT Enero, Puji Setiyawan mengatakan keunggulan PT Enero adalah spesifikasi pabrik yang sejak awal didesain khusus untuk menghasilkan fuel grade (standar bahan bakar). Hal ini memungkinkan pihaknya menyuplai kebutuhan campuran BBM nasional secara langsung tanpa perlu modifikasi fasilitas yang memakan waktu lama. Adapun mayoritas pabrik lain yang masih berbasis food grade.

Untuk menjamin stabilitas produksi menuju 2026, PT Enero telah memperkuat ketahanan internal melalui mitigasi pada lima pilar utama. Yakni, kepastian serapan konsumen, ketersediaan bahan baku tebu yang stabil, kelancaran distribusi pupuk organik cair hasil olahan limbah, serta stabilitas pasokan energi dari mitra strategis seperti PLN dan PGN.

“Kami juga menerapkan formulasi khusus untuk menjaga standar kualitas produksi di tengah fluktuasi spesifikasi bahan baku tetes tebu (molasses). Dengan fasilitas yang terus kami rawat secara prima, PT Enero optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan demi mendukung ketahanan energi nasional,” kata Puji.

Leave a reply

Iconomics