Perbanas Nilai Penurunan Prospek Moody’s Ratings Momentum Jaga Kepercayaan Investor

0
43
Reporter: Rommy Yudhistira

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai penurunan prospek (outlook) peringkat Indonesia yang dilakukan Moody’s Ratings bisa menjadi momentum memastikan stabilitas makro, disiplin kebijakan, dan menjaga kepercayaan investor.

Chief Economist Perbanas Dzulfian Syafrian menjelaskan, Moody’s sedang memberi sinyal kewaspadaan terhadap arah risiko ke depan, terutama terkait efektivitas, dan tata kelola kebijakan ekonomi Indonesia.

Selain itu, kata Dzulfian, penurunan outlook tersebut bukan karena kondisi fundamental perbankan Indonesia. Justru penurunan berasal dari berbagai indikator kunci yang menunjukkan bahwa fondasi kinerja Bank Himbara masih sangat baik.

“Kita perlu apresiasi hasil kajian dan pandangan Moody’s terkait hal ini. Hanya penting ditegaskan bahwa yang berubah adalah outlook-nya, bukan rating atau kondisinya riilnya,” kata Dzulfian dalam keterangannya beberapa waktu yang lalu.

Di samping itu, kata Dzulfian, Bank Indonesia pun menegaskan ketahanan perbankan nasional tetap kuat. Dan sejalan dengan hasil kajian Office of Chief Economist (OCE) Perbanas yang menunjukkan sektor perbankan nasional tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko.

Baca Juga :   Kebijakan Pertamina soal Pembeli LPG 3 Kg Pakai KTP Dinilai Wajar agar Tepat Sasaran

“Meski di tengah gempuran perang Iran dan juga risiko arah kebijakan nasional. Jadi, baik dari sudut pandang mikro perbankan dan makro sistem keuangan, fondasi perbankan dan sistem keuangan kita masih solid,” ujar Dzulfan.

Dari sisi bank-bank BUMN, ujar Dzulfian, masih memperlihatkan kemampuan bertahan yang baik. Kredit Himbara masih tumbuh 2 digit, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri secara umum.

Bahkan, lanjut Dzulfian, indikator lain pada Bank Himbara juga menunjukkan penguatan, yang tercermin dari pertumbuhan kredit, pertumbuhan CASA, kondisi permodalan (CAR), dan kualitas aset (NPL).

Atas dasar itu, kata Dzulfian, isu utama yang ditekankan oleh Moody’s lebih fokus pada level arah kebijakan nasional, yang tentunya berdampak pada sektor perbankan, khususnya Himbara. Dan, bukan pada isu kondisi fundamental perbankan dalam negeri.

“Karena itu, perubahan outlook bank-bank besar, termasuk Himbara, perlu dibaca dalam konteks keterkaitan erat antara sektor perbankan, termasuk himbara dengan makro-kebijakan,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics