DSNG Catat Kenaikan Kinerja Bisnis di Kuartal I-2026

0
47

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal I tahun 2026, dengan pendapatan mencapai Rp2,9 triliun atau tumbuh 8% YoY. Demikian juga laba dibukukan tumbuh 15% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sebesar Rp421 miliar.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan. Penjualan crude palm oil (CPO) meningkat 18% namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026.  Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.

“Perseroan menyiapkan berbagai langkah startegis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar,” kata Andrianto dalam keterangannya.

Namun demikian, beban pokok penjualan juga meningkat 10% YoY menjadi Rp2 triliun seiring peningkatan volume penjualan CPO. Namun, upaya Perseroan dalam melakukan deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba Perseroan.

Baca Juga :   Hasil Konvensi ke-5 Qnet di Malaysia Hadirkan 9.000 Peserta dan Peluang

Perseroan mencatatkan produksi TBS sebesar 492 ribu ton atau meningkat 2,7% YoY. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2% YoY, sementara kebun inti meningkat 1,8% YoY. Produksi CPO tercatat meningkat 2,1% menjadi 141 ribu ton, diikuti Palm Kernel (PK) 2,9% YoY sebesar 27 ribu ton, dan Palm Kernel Oil (PKO) 5,7% YoY sebesar 8,5 ribu ton. Kinerja operasional tercermin dari Oil Extraction Rate (OER) sebesar 23,32% serta tingkat Free Fatty Acid (FFA) di kisaran 3%.

Adapun pada segmen industri kayu, tekanan pasar global masih berlanjut hingga kuartal I-2026, seiring melemahnya permintaan terhadap produk panel dan, terutama engineered flooring yang memiliki eksposur tinggi ke Amerika Serikat. Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan dan administrasi tarif di Amerika Serikat, turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli dan penundaan keputusan pembelian.

Perseroan mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu m³, dan engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56 ribu m². Baik panel maupun engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5% dan 63,2% YoY.

Baca Juga :   BNI Bagikan Dividen Rp10,45 Triliun, 50% Laba Bersih di 2023

Pada segmen energi terbarukan, pendapatan tercatat sebesar Rp40,2 miliar. Nilai tersebut turun 8,4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh volume ekspor cangkang inti sawit (Palm Kernel Shell/PKS) yang menurun akibat melemahnya permintaan di pasar biomassa Jepang.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics