BRI Life Catat Penurunan Pembayaran Klaim dan Manfaat di Kuartal I-2026
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain/Dok. BRI Life
PT Asuransi Jiwa BRI Life mencatat pembayaran klaim dan manfaat dengan total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp1,17 triliun pada kuartal I tahun 2026. Nilai tersebut menurun 2,4% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,20 triliun.
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain menyampaikan bahwa penurunan nilai klaim dan manfaat ini merupakan sinyal positif terhadap kesehatan bisnis perusahaan. Hal ini juga mencerminkan keberhasilan BRI Life dalam pengelolaan seleksi risiko yang lebih ketat dan efektif, serta senantiasa menjaga kualitas portofolio nasabah yang lebih sehat sepanjang periode berjalan.
“Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan. Rasio klaim dan manfaat di kuartal I tahun 2026 yang terjaga dan lebih rendah dibandingkan industri asuransi jiwa Indonesia, adalah cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah,” kata Andrew dalam keterangannya.
Andrew menambahkan penurunan klaim year on year sebesar 2,4% tidak lepas dari strategi underwriting yang disiplin dan pengelolaan portofolio yang selektif.
Pencapaian kinerja positif dari klaim dan manfaat ini semakin diperkuat dengan capaian rasio klaim dan manfaat BRI Life yang berada jauh di bawah rata-rata industri asuransi jiwa. Pada kuartal I tahun 2026, rasio klaim industri tercatat sebesar 78,2%, sementara BRI Life berhasil menjaga rasio klaim dan manfaat di level 48,9%.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata rasio klaim industri asuransi jiwa, hal ini menunjukkan efisiensi operasional dan komitmen BRI Life dalam menjaga keberlanjutan manfaat bagi nasabah. Selain itu juga membuktikan, BRI Life memiliki tingkat ketahanan finansial yang sangat kuat dalam menghadapi dinamika pasar.