Menhub Prioritaskan Aspek Keselamatan, dan Operasional Transportasi Pasca-Gempa di NTT
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan, aspek keselamatan dan kelancaran operasional transportasi menjadi prioritas utama pasca-gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Dudy, gempa bumi tersebut berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi. Beberapa yang terdampak yakni Pelabuhan Laurentius Say, Pelabuhan Reo, Pelabuhan Nangakeo, hingga Bandar Udara (Bandara) Komodo.
Dari data tersebut, kata Dudy, gempa bumi mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu di Pelabuhan Laurentius Say. Di Pelabuhan Reo, terdapat kerusakan di bagian kantor, dan terminal.
Selain itu, lanjut Dudy, gempa bumi pun menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas di Pelabuhan Nangakeo. Adapun kerusakan yang tercatat yakni plafon runtuh, dan tembok retak. Akibat kerusakan itu, layanan perintis dihentikan sementara.
Sedangkan kerusakan di Bandara Komodo seperti kerusakan fasilitas gedung PKP-PK, terminal sisi darat, gedung administrasi, dan kerusakan minor pada fasilitas sisi udara. Tidak ditemukan adanya korban jiwa, dan bandara tetap beroperasi normal dengan pembatasan.
“Kami telah menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap fasilitas-fasilitas transportasi terdampak, baik pelabuhan, terminal hingga bandara, guna memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman pasca-terjadinya gempa bumi. Keselamatan penumpang dan seluruh petugas harus tetap jadi prioritas utama,” kata Dudy dalam keterangan resminya pada Sabtu (15/8).
Dudy pun memastikan Kemenhub berkomitmen terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, Dudy mewakili Kemenhub menyampaikan duka cita, dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya gempa bumi di NTT.
“Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” ujarnya.