Tahun 2025, Sompo Indonesia Raup Laba Bersih Rp135,3 Miliar
Ilustrasi Sompo Indonesia
PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) membukukan kinerja keuangan audited yang kuat sepanjang 2025, seiring upaya perusahaan menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat fundamental bisnis.
Hingga akhir 2025, total aset Sompo Indonesia tumbuh 13 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp4 triliun.
Laba bersih meningkat 10 persen menjadi Rp135,3 miliar. Sementara, net written premiums naik 12 persen menjadi Rp1,87 triliun.
Kinerja tersebut didukung tingkat solvabilitas yang kuat, dengan rasio solvency mencapai 240 persen untuk asuransi konvensional atau jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120 persen.
Lini bisnis asuransi kendaraan, properti, dan kesehatan masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 79 persen dari total premi. Ketiga segmen tersebut turut mendorong perolehan premi bruto perseroan menjadi Rp2,7 triliun.
Dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah, Sompo Indonesia membayarkan klaim sebesar Rp853 miliar sepanjang 2025, tumbuh 25 persen yoy.
Nilai tersebut setara dengan rata-rata pembayaran klaim sekitar Rp71,1 miliar per bulan, Rp2,3 miliar per hari, atau Rp98,7 juta per jam.
President Director & CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz mengatakan 2025 menjadi tahun yang positif bagi perusahaan di tengah tantangan industri asuransi.
“Tahun 2025 menjadi tahun yang sukses bagi kami di tengah tantangan yang harus dihadapi oleh industri. Kami tetap berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan aset dan kesehatan para nasabah serta mitra bisnis, melalui penerapan strategi bisnis yang adaptif dan berlandaskan integritas, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan dalam aspek permodalan dan manajemen risiko,” ujar Eric dalam keterangan pers.
Ia menambahkan Sompo Indonesia akan terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi dan penguatan layanan perlindungan bagi nasabah.
“Kami akan terus bertumbuh dengan makna, berinovasi dengan ketangkasan, serta menciptakan perlindungan yang bermakna bagi nasabah kami,” katanya.
Dari lini usaha syariah, Sompo Indonesia mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp31,9 miliar.
Sementara itu, rasio Risk Based Capital (RBC) tercatat sebesar 572 persen untuk tabarru’ dan 10.768 persen untuk ujrah, jauh melampaui ketentuan minimum regulator.
Sejalan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kewajiban pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), Sompo Indonesia saat ini tengah menyelesaikan proses spin off unit syariah dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.
Menurut Eric, perusahaan juga terus merespons kebutuhan pasar yang semakin dinamis melalui pengembangan produk dan layanan inovatif, termasuk solusi berbasis syariah.
“Sompo Indonesia berkomitmen kuat untuk menghadirkan solusi perlindungan yang inovatif dan relevan melalui pengembangan produk dan layanan, termasuk penawaran berbasis syariah,” ujarnya.
Ia mengatakan langkah tersebut menjadi bagian strategi perusahaan untuk memperkuat diferensiasi di tengah persaingan industri asuransi umum yang semakin ketat, sekaligus menjaga relevansi dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
“Dengan fundamental keuangan yang solid, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Eric.